oleh

Kapolri Cabut Maklumat Larangan Berkumpul

BERITA9, JAKARTA – Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal Idham Azis secara resmi mencabut Maklumat Nomor: MAK/2/III/2020 tanggal 19 Maret 2020 tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran Virus Corona (Covid-19).

Atau dikenal sebagai Maklumat larangan berkumpul dan upaya pembubaran terhadap kerumunan terkait pencegahan penularan Covid-19.

“Polri mengeluarkan surat telegram no STR/364/VI/OPS.2./2020 tanggal 25 Juni 2020 tentang Perintah Kepada Jajaran Mengenai pencabutan Maklumat Kapolri dan Upaya Mendukung Kebijakan Adaptasi Baru/New Normal,” kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono melalui keterangan resmi, Jumat (26/6/2020).

Baca Juga : Polsek Banyuputih Situbondo Layani Masyarakat Sistem Jemput Bola

Biarpun maklumat dicabut, lanjut Argo, dalam telegram itu dijelaskan bahwa setiap anggota kepolisian tetap diminta untuk melakukan pengawasan dan pendisiplinan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” ujar dia.

Selain itu, salam telegram disebutkan, selama pandemi ini, aparat kepolisian tetap diminta untuk menjalin kerja sama lintas sektoral dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Kemudian, tetap melakukan sosialisasi dan edukasi secara terus menerus bersama para pihak untuk memberikan pemahaman yang kepada masyarakat selama pandemi.

“Bagi daerah-daerah yang masih menerapkan PSBB/daerah yang masih dalam kategori orange dan merah tetap lakukan pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkas Argo.

Baca Juga : Polisi Tangkap Bandar Judi Online di Probolinggo

Seperti diketahui, dalam Maklumat terdahulu, Polri akan menindak tegas pihak-pihak yang membuat acara dan melibatkan banyak orang di tengah wabah Virus Corona.

Langkah tersebut dilakukan guna memberikan perlindungan terhadap masyarakat secara umum. Terlebih, pemerintah pusat dan daerah pun telah mengeluarkan kebijakan penanganan virus corona, sehingga Polri akan turut mengambil peran.

“Apabila dalam keadaan mendesak dan tidak dapat dihindari, kegiatan yang melibatkan banyak orang dilaksanakan dengan tetap menjaga jarak dan wajib mengikuti prosedur pemerintah terkait pencegahan Covid-19,” tutur Idham dalam maklumat terdahulu tersebut.

Dalam maklumat itu tercantum beberapa item yang dilarang dilakukan masyarakat saat pandemi, diantaranya :
1. Pertemuan sosial, budaya, keagamaan dan aliran kepercayaan dalam bentuk seminar, lokakarya, sarasehan dan kegiatan lainnya yang sejenis;

2. Kegiatan konser musik, pekan raya, festival, bazaar, Pasar malam, pameran, dan resepsi keluarga;

3. Kegiatan olahraga, Kesenian, dan Jasa hiburan;
4. Unjuk rasa, pawai, dan karnaval; serta
5. Kegiatan lainnya yang menjadikan berkumpulnya massa. (red)

loading...

News Feed