oleh

Kang Emil : Shalat Jum’at Gak Bisa Pakai Shift

BERITA9, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung beberapa rumah ibadah dalam rangka penerapan new normal atau dalam istilah di Jawa Barat dikenal adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Kang Emil, begitu biasa ia disapa, menjelaskan, terkait fatwa MUI tentang pelaksanaan shalat Jum’at, maka shalat Jum’at tidak bisa dilaksanakan secara bergiliran atau shift.

Masyarakat disarankan untuk membawa sajadah masing-masing. Selesai shalat pun, masyarakat harus mengikuti arahan petugas masjid untuk membubarkan diri secara teratur dan tidak berkerumun.

“Fatwa sementara dari MUI, tidak ada aplusan (giliran) dalam Shalat Jumat. Maka nanti diatur, kalau di dalam interiornya (ruang salat) sudah penuh, silahkan shalat di halaman, di paving block sampai ke jalan, dan direkomendasi tadi bawa sajadah sendiri,” ujar Ridwan Kamil yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Barat, Sabtu petang (30/5/2020).

Emil berkata, saat pulang pun semua jama’ah harus tunggu pengumuman. Jadi, jangan seperti biasanya pulang Jumatan (berkerumun).“Ini tidak nyaman, tapi inilah cara paling baik menyeimbangkan antara protokol kesehatan dengan syariat beribadah,” katanya.

Senada dengan Emil, Ketua MUI Provinsi Jabar Rachmat Syafei mengatakan, pelaksanaan salat berjamaah dengan bergiliran atau shift hanya boleh dilakukan pada shalat wajib lima waktu (fardhu) dan tidak berlaku untuk Salat Jumat.

“Khusus untuk Jumatan, tidak ada shift-shift-an. (Misalnya) biar panjang sampai alun-alun pun (biar) begitu saja. Tapi kalau berjamaah seperti biasa (salat fardhu), bisa shift-shift-an,” ujar Rachmat. 

loading...

News Feed