oleh

Jokowi Rubah Masa Penjara Susrama, Otak Pembunuhan Wartawan

BERITA9, JAKARTA – Kepala Rumah Tahanan Bangli, Made Suwendra mengabarkan bahwa Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan keputusan merubah hukuman terpidana kasus pembunuhan, I Nyoman Susrama.

Susrama diketahui sebagai otak pembunuhan Anak Agung Gede Narendra Prabangsa, wartawan Jawa Pos Radar Bali. Grasi yang diberikan berupa keringanan hukum dari penjara seumur hidup menjadi pidana sementara.

BACA JUGA : Anies Baswedan Masih Kaji Jalankan Keputusan MA Terkait Swastanisasi Air

“Ya, benar (ada grasi terhadap Susrama),” kata Made Suwendra, saat dihubungi, Senin (2101/2019). “Itu kan hukumannya menjadi 20 tahun (penjara).”

Keppres perubahan masa tanahan Susrama dari seumur hidup menjadi pidana 20 tahun penjara (foto spesial)

Jokowi diketahui telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) yang Nomor 29 Tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara. Keppres ditandatangani langsung oleh Jokowi pada Jumat, 7 Desember 2018.

Sementara itu dalam rilisnya, praktisi hukum I Made Suardana mengatakan, hukuman untuk Susrama menggunakan Pasal 340 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yang mengatur hukuman pelaku pembunuhan berencana yang diancam hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, atau selama waktu tertentu, maksimal 20 tahun.

BACA JUGA : Saksi Belum Siap Hadir, Sidang Percobaan Pembunuhan Lurah Penataban Ditunda

“Pembunuhan terhadap Prabangsa haruslah dimaknai sebagai kejahatan terhadap kemerdekaan pers,” kata dia dalam keterangan persnya (21/1).

Dilansir Antara, perkara ini berawal dari kekesalan Susrama terhadap Prabangsa lantaran pemberitaan proyek pembangunan sekolah di Bali, khususnya proyek TK dan Sekolah Dasar Internasional.

Akhirnya, Susrama dan delapan temannya membunuh Prabangsa di Dusun Petak, Desa Bebalang, Kabupaten Bangli, 11 Februari 2009. Lima hari setelah kejadian, jenazah wartawan Radar Bali tersebut ditemukan mengambang di kawasan Perairan Teluk Bungsil, Kabupaten Karangasem.

BACA JUGA : Revisi RUU KUHP Ancam Kebebasan Pers, DPR Membantah

Pengadilan Negeri Denpasar menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup untuk Susrama. Sebelumnya, jaksa penuntut umum menuntut Susrama dengan hukuman mati.

loading...

News Feed