Israel Kembali Tembak Mati Warga Palestina

  • Bagikan

BERITA9, PALESTINA – Setidaknya 10 warga Palestina tewas dalam sebulan terakhir, tepatnya sejak 8 Februari di wilayah Tepi Barat. Tentara zionis saat ini sudah tak sungkan lagi menembak mati warga sipil Palestina dengan alasan yang tak masuk akal.

Menukil laporan Reuters pada Selasa (8/2/2022), zionis Israel menembak mati tiga warga yang sedang berkendara. Para zionis melabelkan tuduhan ketiganya terlibat kelompok militan Palestina.

Dinas keamanan Israel Shin Bet mengatakan pria Palestina ini membawa senjata. Badan ini juga mendeskripsikan militan tersebut sebagai tim yang bertanggung jawab atas serangan kepada tentara Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, Brigade Syuhada Al-Aqsa mengatakan ketiga pria itu adalah anggota kelompok mereka. Kelompok Al-Aqsa sendiri berkaitan dengan kelompok Fatah pimpinan Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

“Israel bertanggung jawab atas kejahatan pembunuhan ini. Ini merupakan bagian dari kejahatan mereka yang sedang berlangsung,” kata juru bicara Fatah di Tepi Barat, Monir Al-Jaghoub, dikutip dari Reuters.

Kemudian pada Ahad (13/2/2022), militer Israel juga menembak remaja hingga tewas saat bentrokan antara warga Palestina dan kelompok Yahudi pecah di Tepi Barat. Si remaja tewas usai peluru zionis menembus kepalanya. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi bahwa remaja bernama Akram Abu Salah itu meninggal akibat luka tembak di bagian kepala.

Associated Press melaporkan, bentrokan yang menewaskan Akram itu meletus usai rumah seorang pemukim Yahudi dibakar. Merespons kebakaran itu, salah satu anggota parlemen Israel, Itamar Ben-Gvir, mendirikan kantor darurat di dekat rumah warga Palestina yang menghadapi penggusuran pada Ahad (13/2/2022).

Warga Palestina kemudian bergerak ke tenda Ben-Gvir, melempar kursi plastik dan berkelahi dengan pendukung politikus ultranasionalis tersebut di sore hari. Di malam hari, polisi anti huru-hara menyemprot air berbau busuk untuk membubarkan protes warga Palestina. Mereka juga meledakkan granat kejut untuk membubarkan massa.

Lalu pada Selasa (22/2/2022), tentara Israel juga dilaporkan menembak mati seorang remaja Palestina berusia 14 tahun di Desa Al-Khader, Tepi Barat. Kementerian Kesehatan Palestina mengonfirmasi kematian remaja tersebut. Sebagaimana dilansir Reuters, mereka lantas mendesak penyelidikan internasional terkait insiden ini.

Militer Israel juga mengonfirmasi kematian remaja Palestina itu. Militer mengklaim remaja itu merupakan bagian dari orang yang melempar bom molotov ke arah pengemudi dan “membahayakan hidup mereka.”

Saat insiden terjadi, pasukan sedang melakukan “aktivitas kontra-terorisme” di area Al-Khader. Mereka mengklaim, kendaraan sipil di wilayah tersebut kerap menjadi target serangan bom molotov dalam sebulan terakhir.

Insiden penembakan warga Palestina oleh tentara Israel juga terjadi pada Senin (7/3/2022). Seorang warga Palestina ditembak hingga tewas setelah menikam dua petugas keamanan Israel di Kota Tua, Yerusalem.

  • Bagikan