Arab Saudi Bersiap Eksekusi Cendikiawan Muslim Hasan Al-Maliki dan Tangkap Imam Masjidil Haram

  • Bagikan
Insert Hasan Farhan Al Maliki dan Sheikh Saleh al-Thalib (desain BERITA9)

BERITA9, JAKARTA – Kerajaan Arab Saudi dikabarkan segera mengeksekusi mati Hassan Farhan Al-Maliki, seorang cendekiawan Islam atas berbagai macam tuduhan, diantara memiliki buku yang dilarang oleh kerajaan dan melakukan wawancara dengan media Barat termasuk tuduhan kepemilikan buku terlarang di perpustakaannya.

Diketahui Al Maliki sudah menghuni penjara super ketat di Arab Saudi sejak 2017. Mengutip The Independen, kelompok hak asasi manusia (HAM) Inggris, Reprieve, menyebut Al Maliki ditahan tanpa diberi akses komunikasi dan ditempatkan di sel isolasi selama tiga bulan. Saat ini ia menjalani siding di pengadilan Pidana Khusus Arab Saudi dalam kasus yang sidangnya telah ditunda 12 kali.

Al-Maliki selama ini dikenal lantang bersuara menyerukan masyarakat Arab Saudi yang pluralistik dan Kerajaan segera melakukan reformasi politik, Desakan pembatalan eksekusi diserukan parlemen Inggris. Al-Maliki selama ini dikenal sebagai ulama yang Quranist, moderat, toleran, dan salah satu penentang ideologi takfirisme.

Baca Juga:

Aktivis HAM dan Dosen di Afghanistan, Dibunuh Secara Keji

Setidaknya, 16 anggota parlemen menandatangani surat menuntut Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss agar mendesak jaksa penuntut umum Arab Saudi segera membatalkan dakwaan dan al-Maliki tidak dieksekusi karena tuduhan ‎ang irasional’.

“Kami sangat prihatin bahwa seorang intelektual publik Saudi menghadapi kemungkinan eksekusi untuk kejahatan pemikiran. Eksekusi Hassan akan menandai langkah mundur besar dalam lintasan positif reformasi Arab Saudi,” bunyi surat yang ditandatangani oleh belasan anggota parlemen tersebut.

“Oleh karena itu, kami meminta Anda membuat pernyataan mendesak kepada rekan Anda di Arab Saudi untuk memastikan bahwa tuduhan terhadap Hassan dibatalkan, dan bahwa seorang sarjana dan sejarawan Saudi tidak dieksekusi karena isi perpustakaannya,” demikian surat tersebut seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (13/11/2021).

Otoritas Arab Saudi acap kali membantah ada tahanan politik penjara dan mengkampanyekan reformasi peradilan, termasuk dekrit untuk menghentikan eksekusi anak di bawah umur.

Baca Juga:

Dibebaskan Taliban, Ribuan Napi Buru 220 Hakim Perempuan

Namun sayangnya, Kedutaan Arab Saudi di London tidak mau berkomentar atas tuduhan tersebut. Sementara itu, anggota parlemen Konservatif Alastair Carmichael mengatakan, tindakan Arab Saudi yang akan memancung Al-Maliki dengan menggunakan dalih melawan hukum disebabkan kebebasan berpikir “adalah sebuah kebiadaban”.

“Jika Arab Saudi ingin dianggap serius sebagai negara yang sedang melakukan reformasi maka setidaknya harus mundur dari hukuman kejam untuk tindakan hati nurani,” katanya kepada The Independent.

Masih kata Alastair, “Jika pemerintah Inggris ingin dianggap serius sebagai suara untuk HAM di seluruh dunia, maka para menteri harus mengangkat kasus Hassan ke tingkat tertinggi dengan rezim Saudi.”

Anggota parlemen dari Partai Buruh Andy Slaughter, yang juga menandatangani surat itu, mengatakan kepada The Independent bahwa perlakuan terhadap Al-Maliki sama sekali tidak sesuai dengan reformasi yang dianut oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman. “Pemerintah Inggris harus membela kebebasan berekspresi dan membuat pernyataan mendesak untuk memastikan bahwa tuduhan palsu ini dibatalkan,” katanya.

  • Bagikan