Ini Pernyataan Resmi Polres Nias Terkait Bupati Nias Utara

  • Bagikan
Terduga korupsi penyertaan modal tanpa Perda M. Ingati Nazara (kiri) Binahati B. Baeha (kanan) (foto grafis tim B9)

BERITA9, JAKARTA – Kepala Kepolisian Resort Nias Ajun Komisaris Besar Polisi Bazawato Zebua melalui Perwira Urusan Humas Ajun Inspektur Satu Osiduhugo Daeli memastikan penyidikan dugaan kasus korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Nias ke PT. Riau Airlines tetap dilanjutkan. Penyidik saat ini sedang berkonsentrasi mendalami dokumen baru yang didapatnya.

“Statusnya masih P-19 dan akan tetap berjalan sampai tuntas,” kata O Fadli saat dihubungi BERITA9 melalui sambungan telpon Jum’at (20/1).

Daeli berkata, sesuai perintah atasan yakni Kepala Polda Sumatera Utara, penyidikan akan tetap dilanjutkan sampai tuntas. Beberapa catatan kekurangan data saat ini sedang dipenuhi penyidik Polres Nias.

Data yang kurang antara lain berupa dokumen asli pengangkatan Binahati Baeha menjadi Bupati Nias yang masih diminta penyidik ke Kementerian Dalam Negeri. “Kami sudah menyurati Menteri Dalam Negeri tapi hingga saat ini belum ada jawaban pasti kapan dokumen asli itu bisa kami terima, kalau foto copy sih sudah ada, tapi dalam pembuktian foto copy tidak bisa, harus dokumen asli,” ungkap O Daeli.

(Baca :Pakar Hukum UMSU : Perda Tidak Ada, Polres Nias Wajib Tersangkakan Bupati Nias Utara)

Kendala juga dialami penyidik karena lokasi tempat kejadian perkara PT. Riau Airlines berada diluar Kepulauan Nias yakni ada di Provinsi Riau. “Waktu dan tempat itu kendala kami, sedangkan disini (Polres Nias) masih banyak kasus yang harus diselesaikan,” ujarnya.

O Daeli juga mengatakan, untuk saat ini baru mantan Bupati Nias Binahati Baeha yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan M.Ingati Nazara yang saat itu menjabat Ketua DPRD Nias masih berstatus sebagai saksi dan tidak tertutup kemungkinan penyidik akan menaikan status nya jika sudah ada bukti yang cukup.

Namun walaupun terkendala dua hal diatas, O.Daeli memastikan penyidikan akan tetap dijalankan hingga selesai. “Doakan saja biar cepat selesai hingga dibawa ke muka pengadilan,” pungkasnya.

Awal Kasus

Korupsi uang rakyat yang diduga dilakukan M.Ingati Nazara sebelumnya pernah dilaporkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Nias pada Tahun 2009 lalu. Dua orang terduga korupsi yakni Bupati Nias saat itu Binahati Baeha dan M Ingati Nazara AMd menjabat sebagai Ketua DPRD Nias.

Dalam laporan LSM itu, ditemukan keganjilan atas penyertaan modal Pemkab Nias ke PT. Riau Airlines, pasalnya aturan hukum berupa peraturan daerah (Perda) tidak pernah ada. Hal itu tentu melanggar UU No 17 tahun 2003 tentang keuangan Negara.

Jumlah uang rakyat yang dimasukkan dalam penyertaan modal di PT. Riau Airlines mencapai Rp 6 milyar.

Keterlibatan M. Ingati Nazara karena ia ikut serta menyetujui penyertaan modal itu tanpa ada Perda sebagai dasar hukumnya dan M. Ingati Nazara ikut menandatangani memorandum of understanding (MoU) antara Binahati dengan PT. Riau Airlines. (red/tim)

  • Bagikan