oleh

Ini Pernyataan Kapolresta Banyuwangi Tentang Dugaan Miras Ilegal Mojo Surf Camp Pulau Merah

BERITA9, BANYUWANGI – Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, SH, SIK, MH, angkat bicara soal keluhan para tokoh lintas agama Kecamatan Pesanggaran. Yakni tentang dugaan perdagangan minuman keras (miras) ilegal di homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah.

Disini, para tokoh lintas agama diminta untuk membuat surat pengaduan by data guna mempercepat proses tindak lanjut.

“Saat ini baru dilakukan penyampaian bahwa di Pesanggaran ada miras, jadi diperlukan lidik besar, belum tahu lokasi miras ada dimana,” kata Arman, Selasa (10/3/2020).

Baca Juga : Tanya IMB Mojo Surf Pulau Merah, Forsuba Izin Aksi Di Perizinan & Perhutani

Lebih baik, lanjut Kapolresta Banyuwangi, pengaduan dilakukan lengkap dengan data. Dengan begitu pihak kepolisian bisa mengetahui sasaran. Dan sisi positifnya, penyelidikan tidak akan memerlukan waktu yang panjang.

“Kami berharap tidak ada peredaran miras ilegal diwilayah Pesanggaran, karena akan memicu konflik,” cetusnya.

Seperti diketahui, indikasi perdagangan miras ilegal dihomestay Mojo Surf Camp Pulau Merah, sangat dikeluhkan oleh para tokoh lintas agama setempat. Khususnya jajaran Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyuwangi. Selain berada ditengah masyarakat yang religius, homestay yang disinyalir milik Warga Negara Asing (WNA) tersebut juga berdampingan dengan tempat ibadah Pura Tawangalun. Sebuah tempat ibadah yang juga salah satu situs cagar budaya.

Baca Juga : Waduh! Kades & Camat Mengaku Tidak Tau Izin Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah

Terkait hal tersebut H Abdillah Rafsanjani Ketua Forum Suara Blambangan (Forsuba) ikut mengadu ke Satreskrim Polresta Banyuwangi, Senin kemarin (9/3/2020).

Pelaporan dilakukan guna mendukung kemajuan sektor pariwisata Banyuwangi. Yang salah satu indikatornya adalah terus bermunculannya homestay seperti disekitar pantai Pulau Merah.

“Namun yang kami sesalkan, sesuai hasil razia Satpol PP Banyuwangi, ada homestay yang berdiri berdampingan dengan Pura Tawangalun, yang disinyalir menyediakan dan menjual miras,” katanya.

Baca Juga : Proyek Pamsimas III & KKM Tahun 2018 Desa Sumberejo Banyuputih Mangkrak

Sebagai bagian dari masyarakat dan penganut agama, Abdillah mengaku sangat mendukung upaya para tokoh lintas agama Kecamatan Pesanggaran.

“Karena peredaran miras disamping tempat ibadah itu bisa dibilang kurang menghargai antar sesama umat beragama,” tegas Abdillah. (Red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed