oleh

Ini Pedoman PP DMI Jika Masjid/Musholla Dibuka Kembali

BERITA9, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (PP DMI) H.M. Jusuf Kalla (JK) menyatakan, jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dicabut, maka masjid juga boleh dibuka kembali melaksanakan aktifitasnya.

JK mengingatkan, pelaksanaan aktifitas ibadah di masjid tetap mengikuti protokol kesehatan, seperti mengenakan masker dan menjaga jarak fisik antar jamaah.

“Ketika PSBB berakhir artinya kantor kantor bisa dibuka, pasar pasar, dan mal dibuka maka tempat ibadah juga pun bisa dibuka sesuai dengan keputusan menteri agama, namun dengan beberapa ketentuan protokol kesehatan yang ketat,” kata Kalla melalui keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Ia mengatakan, hanya masjid di wilayah yang aman dari penularan Covid-19 yang diperbolehkan dibuka.

Ia pun menginstruksikan seluruh pengurus masjid melaksanakan Surat Edaran DMI No. 104/PP-DMI/A/V/2020 tentang Operasional Masjid pada Era Kenormalan Baru (“New Normal”).

Edaran tersebut mewajibkan :

1. Jamaah memakai masker

2. Membawa alas sholat (sajadah atau mukena bagi perempuan) sendiri,

3. Menjaga jarak minimal 1,5 meter

4. Pengurus masjid harus disiplin membersihkan lantai masjid atau musholla dengan karbol dan disinfektan

5. Pengurus masjid atau musholla menyiapkan handsanitizer atau sabun.

Masjid juga bisa memanfaatkan pengeras suara masjid sebagai media siar yang efektif untuk informasi penting dan bersifat darurat terkait cegah-tangkal covid-19.

Surat edaran PP DMI tanggal 30 Mei 2020 yang berisi pedoman untuk masjid-masjid dan jemaah melaksanakan ibadah di masjid pada masa normal baru (Foto istimewa)

Selain itu, pengurus masjid diinstruksikan tidak menggelar karpet agar masjid mudah dibersihkan.

Adapun masjid yang dilengkapi fasilitas air conditioner (AC) untuk tidak memfungsikannya terlebih dulu. Pengurus diminta membuka jendela masjid agar ada sirkulasi udara.

Mantan Wakil Presiden itu pun optimistis protokol kesehatan lebih mudah diterapkan di masjid dibanding di tempat lain seperti mall dan pasar.

Hal itu karena umat Islam ketika melaksanakan ibadah shalat di masjid tidak memakan waktu lama, yakni maksimal sekitar 30 menit. 

“Saya ingin sampaikan bahwa masjid lebih mudah diatur protokol kesehatannya dibanding tempat lain seperti mal dan pasar. Karena orang ibadah di masjid biasanya paling lama 30 menit selesai,” papar Kalla.

“Berbeda halnya ketika kita pergi ke pasar atau mal bisa ber jam-jam di sana,” pungkasnya. (red)

loading...

News Feed