oleh

Ini 10 Langkah Pemerintah Hadapi Covid 19

BERITA9, JAKARTA – Kasus positif corona di Indonesia terus meroket dengan angka yang tak bisa dikendalikan. Pada Kamis (19/3), ada penambahan 82 pasien positif COVID-19 dari 227 menjadi 309 orang.

Angka ini melewati jumlah kasus corona di Mesir (210 kasus), Filipina (217 kasus), Arab Saudi (238 kasus), Thailand 272 kasus, dan mendekati Singapura (345 kasus).

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas Kamis (20/3) kemarin memberi arahan soal upaya menghadapi wabah COVID-19. Berikut upaya Presiden Jokowi tersebut:

Pencegahan: Kurangi Mobilitas Orang

Prioritas pencegahan dengan mengurangi mobilitas orang dari satu tempat ke tempat lain, yaitu dengan menggencarkan sosialiasi social distancing.

“Kebijakan belajar di rumah, bekerja di rumah, dan beribadah di rumah, jangan sampai kebijakan ini dilihat sebagai sebuah kesempatan untuk liburan. Saya lihat satu minggu kemarin di Pantai Carita, di Puncak, lebih ramai dari biasanya,” kata Jokowi.

“Saya minta diterapkan secara ketat menjaga jarak di area publik, termasuk dalam transportasi publik, di bandara, stasiun, pelabuhan, terminal bus, untuk cegah penularan,” instruksi Jokowi.

Libatkan Tokoh Agama

Jokowi meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipimpin Doni Monardo untuk mengajak tokoh keagamaan mencegah potensi penyebaran corona.

“Kita harus mengevaluasi penyelenggaraan acara keagamaan yang libatkan banyak orang,” ucap Jokowi. 

Rapid test

Jokowi meminta rapid test dengan cakupan lebih besar segera dilakukan agar deteksi dini seorang terpapar COVID-19 bisa diketahui. Jokowi juga minta alat tes dan tempat-tempat untuk melakukan tes diperbanyak dengan melibatkan RS baik pemerintah, BUMN, Pemda, RS TNI, Polri, dan swasta, dan lembaga riset yang dapatkan rekomendasi Kemenkes.

Terkait hasil rapid tes, perlu penyiapan protokol kesehatan yang alurnya jelas dan mudah dipahami. Misal dengan karantina mandiri atau memerlukan layanan RS. 

Siapkan Lebih Banyak RS

Jokowi minta siapkan lebih banyak rumah sakit baik RS rujukan, atau mobilisasi RS lain, baik BUMN TNI Polri atau RS, atau RS darurat apabila diperlukan. Bila juga manfaatkan Wisma Atlet di Kemayoran dengan kapasitas 15.000 dan hotel BUMN.

“Rencana kontijensi ini harus disiapkan di daerah termasuk percepatan pembangunan RS di Pulau Galang di Kepri,” lanjut Jokowi

Pastikan APD untuk Tenaga Medis

Perlindungan maksimal pada para dokter, tenaga medis, dan jajaran di RS yang layani pasien yang terinfeksi COVID-19. Pastikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).

“Termasuk permintaan Menkeu, ini juga pemberian insentif bagi para dokter, perawat, dan jajaran RS yang bergerak dalam penanganan COVID-19.”

Masker dan Hand Sanitizer 

Alat kesehatan seperti masker dan hand sanitizer harus dipastikan tersedia. Ekspor masker dan alat kesehatan yang diperlukan lebih baik disetop dan dipastikan stok dalam negeri cukup.

Ketersediaan Bahan Pokok

Jokowi minta pastikan ketersediaan dan stabilitas bahan pokok yang dibutuhkan masyarakat. Jokowi sudah cek stok di Bulog lebih dari cukup.

“Dan saya kira Maret ini banyak daerah panen raya. April juga masih ada panen raya sehingga penyerapan Bulog diatur.”

Beri Insentif Pelaku Usaha

Jokowi minta Menko Perekonomian jalankan kebijakan insentif ekonomi terutama untuk pelaku usaha, lebih khusus lagi pelaku UMKM yang terkena dampak corona.

“Walau ada kebijakan pengurangan interaksi, saya harap pelaku UMKM bisa maksimalkan pelayanan online,” pinta Jokowi. (red)

loading...

News Feed