oleh

Usai Kecelakaan Kerja Meninggal Dunia, Proyek Jembatan Wiroguno Tegalsari Masih Terhenti

BERITA9, BANYUWANGI – Proyek pembangunan jalan Wiroguno, di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, terancam mangkrak. Pasca kecelakaan kerja memakan korban jiwa, pada Jumat, 2 Oktober 2020, pekerjaan proyek dibawah naungan Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, ini terhenti.

“Habis ada pekerja yang mati kesetrum itu, sudah gak ada orang kerja lagi,” ucap Ahmad, warga asli Kecamatan Tegalsari, Sabtu (10/10/2020).

Seperti diketahui, lelang proyek senilai Rp 2,86 miliar dari anggaran APBD Kabupaten Banyuwangi, tahun 2020 tersebut dimenangkan oleh PT Bintang Surya Tunas Mandiri. Namun dalam pengerjaan, dipihak ketigakan, atau di Sub Kontraktorkan kepada gerbong H. Tras.

Mengacu jadwal, proyek dengan nama tender PPK-20.12 K57.20. Pembangunan Jalan Jembatan Wiroguno – Terminal Wiroguno, ini seharusnya sudah mulai dikerjakan sejak 9 September 2020. Namun pihak H. Tras, baru memulai pekerjaan pada sekitar awal bulan Oktober 2020. 

Dan pada Jumat, 2 Oktober 2020, kecelakaan kerja terjadi. Diduga karena tidak dilengkapi alat keselamatan (Safety), 3 orang pekerja tersengat listrik tegangan tinggi saat hendak memindahkan tiang LPJU. Mereka adalah Diki Wahyudi (22), Deni Darmawan (26) dan Jaya (30). Ketiganya warga Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

Akibat kejadian tersebut, Diki Wahyudi, meninggal dunia. Sedang 2 orang lainnya luka ringan. Kasus ini sedang dalam penanganan pihak Polresta Banyuwangi. Dan imbas insiden, kini proyek Dinas PU Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman Banyuwangi, itu terancam mangkrak. 
Padahal, waktu penyelesaian pekerjaan selama 98 hari kalender, atau sekitar 3 bulanan. Dan sekarang masa pengerjaan hanya tersisa 2 bulanan.

“Data-data untuk pemeriksaan, sudah kita serahkan ke Polresta Banyuwangi,” ucap H. Tras, selaku Sub Kontraktor dari PT Bintang Surya Tunas Mandiri.

Sementara itu, Ahmad Syahroni, dari Aliansi Pemuda Asli Kecamatan Tegalsari, mengaku sangat menyayangkan kasus yang terjadi dalam proyek pembangunan jalan Wiroguno, di Desa Dasri. Dia menduga pelaksana pekerjaan abai pada keselamatan pekerja. Karena disinyalir tidak melengkapi pekerja dengan alat Safety.

“Kami memahami ini musibah, tapi apa pengusaha tidak kasihan dengan keluarga yang ditinggalkan, karena kami menduga pekerja tidak dilengkapi Safety,” katanya.

Disisi lain, Roni, sapaan akrab Ahmad Syahroni, juga mencium adanya permainan dalam proses pemenangan tender proyek senilai Rp 2,86 miliar tersebut. Diduga ada praktik pinjam bendera, pengkondisian dan pemborosan anggaran.

“Setahu kami, praktik pinjam bendera dan mempihak ketigakan atau Sub Kontraktor kan tender yang dimenangkan itu dilarang,” ungkapnya.

Dan pemenang tender, masih Roni, dalam kontrak kerja telah membuat pernyataan siap menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak. Namun faktanya, dalam proyek pembangunan jalan Wiroguno, di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, pelaksana pekerjaan bukan PT Bintang Surya Tunas Mandiri, selaku pemenang tender. Tapi dilakukan oleh kontraktor lain, gerbong H. Tras. (red)

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed