oleh

Takut Dimarahi Suami Lantaran Punya Hutang, Warga Kajarharjo Buat Laporan Palsu

BERITA9, BANYUWANGI – SN (35) warga Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, terpaksa membuat laporan palsu kepada Polisi. Hal itu dilakukan agar tak lagi dimarahi oleh sang suami lantaran punya hutang kepada tetangganya.

“Tersangka mengaku telah menjadi korban pejambretan. Barang yang diambil adalah sebuah handphone milik tersangka,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada wartawan, pada Kamis (11/6/2020).

Kepada petugas tersangka melaporkan aksi pejambretan yang dialaminya di sebuah daerah di Kecamatan Glenmore. Laporan ini dibuat pada 3 Mei 2020.

Naas laporan itu cuma akal akalan ibu rumah tangga tersebut. Alhasil handphone itu ternyata dijual oleh tersangka sendiri ke sebuah konter di wilayah tersebut.

Polisi kemudian melakukan kroscek atas laporan itu. Tersangka pun tak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya. Tersangka mengaku uang penjualan handphone itu kemudian dibayarkan hutang tersangka ke tetangganya.

“Tersangka mengaku membuat laporan palsu karena takut dengan suaminya karena memiliki hutang ke tetangga. Total hutang sekitar Rp 2,5 juta,” tegasnya.

Polisi akhirnya mengamankan pelaku setelah polisi melakukan kroscek tersebut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa  lembar tertanggal 3 Mei 2020 dan  sebuah handphone OPPO A3S warna merah.

Atas perbuatanya, dia terancam dengan pasal 14 UU RI No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana atau pasal 220 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara. (red)

loading...

News Feed