oleh

Sindikat Penipuan Online Beromset Milyaran, Dibongkar Polresta Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyuwangi berhasil membongkar sindikat penipuan online yang tersebar di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, penipuan online dengan berbagai modus ini berhasil menipu ratusan orang dengan jumlah kerugian hingga miliaran rupiah.

Terbongkarnya kasus sindikat penipuan online ini bermula dari laporan 16 orang yang nomor hp dan WhatsApp- nya diretas.

“Jadi pada tanggal 15 Juni 2020, kita menerima LP dari 16 orang yang nomor HP dan WA nya diretas,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin, saat pers rilis Selasa 30 Juni 2020.

Polisi kemudian melakukan patroli ciber crime untuk melacak keberadaan pelaku, hingga akhirnya berhasil menangkap 3 orang pelaku. “Tiga orang yang berhasil kita tangkap yakni Sy, AM, dan AA. Sedangkan 14 pelaku lainnya masih DPO,” kata Kapolresta.

Sebelum melancarkan aksinya, para pelaku berbagi tugas. Ada yang bertugas untuk meretas nomor WhatsApp, ada yang bertugas untuk mengambil uang di ATM. 

Setelah berhasil meretas, para pelaku mulai melancarkan aksinya dengan menghubungi para korban yang ada dikontak nomor WA tersebut.

“Dengan menggunakan nomor WhatsApp serta Profil yang berhasil diretas, pelaku meminta pinjaman uang kepada teman-teman WhatsApp para pelapor. Korban yang percaya, langsung mentransfer ke nomor rekenig Bank Mandiri dan BNI sesuai dengan nominal yang diminta pelaku,” kata Arman.

Dari aksi yang dilakukan sejak pertengahan 2019 hingga Juni 2020, pelaku berhasil menipu korban dengan kerugian Rp 1,2 Miliar. “Kita juga berhasil amankan barang bukti berupa 250 kartu rekening dan 30 buah ATM berbagai Bank.  

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya ketiga pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dijerat pasal 51 ayat (2) Jo pasal 36 30 ayat (1) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 378 KUHP.

“Kita terus melakukan pengembangan kasus, serta memburu 14 pelaku lainnya yang sudah ditetapkan sebagai DPO di 13 daerah,” kata perwira menengah Polri ini. (red)

loading...

News Feed