oleh

Polresta Probolinggo Segera Panggil Saksi Terkait Kasus Tanah Keluarga Moasim

BERITA9, PROBOLINGGO – Polresta Probolinggo terus mendalami kasus jual beli tanah milik  Almarhum Moasim, warga Kanigaran, Kota Probolinggo, yang di duga saat ini tanahnya dikuasai oleh saudara Agus Warga Jl. Cokroaminoto sebagai pembeli.

Aziz Cs selaku ahli waris Moasim, merasa tidak pernah menjual tanah milik ayahnya yang meninggal dunia pada tahun 2002 atau 18 tahun silam. Namun pada tahun 2017 sebagian tanah tersebut telah terbit sertifikat atas nama pemilik baru yakni Agus.

Diduga ada kejanggalan pada Akte Jual Beli (AJB) yang diterbitkan pejabat pembuat akte tanah (PPAT) Feny Herawati. SH.,Mkn. Aziz membawa permasalahan ini ke Polresta Probolinggo beberapa waktu yang lalu.

Sugeng Kanit satu Polresta Probolinggo mengatakan, bahwa pemeriksaan terus dilakukan, saat ini sampai pada tahap pemeriksaan para saksi dari pelapor.

“Sudah dilakukan pemeriksaan pada dua saksi, tinggal satu saksi lagi dari pihak pelapor, setelah itu kita akan panggil pihak terlapor”, Ujarnya melalui telfon selulernya.

Disinggung kapan pemanggilan di lakukan, Dia menjawab dalam minggu ini. ” Senin depan tanggal 15 kita panggil P.Supandi dan hasilnya nanti kita infokan keteman-teman untuk perkembanganya”, jelasnya. 

 Saat meminta konfirmasi ke PPAT Feny Herawati, melalui telfon selulernya beberapa kali dihubungi namun tidak direspon. Namun saat media ini melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket),  muncul sosok pria sebut saja J, pria yang mengenalkan dirinya sebagi suami  dari Feny Herawati, dan menitipkan dua secarik kertas yang berisi tulisan tangan.

“Ini dari bu Feny” kata J sambil memberikan lipatan kertas tersebut. Berikut beberapa penggalan pesan yang tertulis.

“Tapi karena ada pengakuan dari pembeli bahwa Moasim masih hidup (seolah-olah) dan data -data ada, walaupun direkayasa oleh pihak yang tidak bertanggung jawab maka dibuatkanlah akte jual beli lewat mbak Linda”, isi tulisan tersebut.

Dalam tulisan tangan di kertas juga disampaikan,”Foto si mbak Linda berarti Moasim gadungan, dan fatalnya ternyata dibalik jual beli ini ada dasar utang piutang antara Supandi (sebagai salah satu ahli waris) dengan Agus (sebagai pembeli). Jadi intinya PPAT telah ditipu oleh para pihak.

Dikonfirmasi melalui telfon selulernya Agus selaku pembeli enggan berkomentar, Namun Ia menyatakan siap jika nanti permasalahan ini sampai di pengadilan.

“Suruh lanjut saja mas, saya tidak mau menanggapi, silakan saja kalau mau ke pengadilan ya monggo” jawab Agus. Selasa (9/6/2020).

loading...

News Feed