Polisi Tangkap Notaris & ART Gerombolan Mafia Tanah

  • Bagikan
Aktris Nirina Zubir korban mafia tanah. (Foto istimewa)

BERITA9, JAKARTA – Kepala Sub Direktorat Harta Benda (Harda) pada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Petrus P Silalahi membenarkan bahwa polisi telah menetapkan lima tersangka atas kasus mafia tanah ini dimana aktris Nirina Zubir menjadi korbannya.

Mereka adalah pembantu rumah tangga ibunda Nirina Zubir bernama Riri Khasmita alias RK beserta suaminya Edrianto alias E, notaris pejabat pembuat akta tanah (PPAT) Farida alias F, Ina Rosaina dan Erwin Riduan. Tiga tersangka yakni Riri Khasmita, Edrianto dan Farida sudah ditahan polisi. Sementara dua yang lainnya belum datang memenuhi panggilan polisi.

AKBP Petrus P Silalahi mengatakan tersangka F merupakan pihak yang membuat dan menandatangani Akta Pengikatan Jual Beli (PJB) dan Akta Kuasa Menjual. “Akta PJB dan Akta Kuasa Menjual yang dibuat dan ditandatangani oleh F,”ucap Petrus melalui keterangan tertulis pada Kamis (18/11/2021).

Akta PJB dan Akta Kuasa Menjual ini menjadi dasar alih kepemilikan 6 sertifikat tanah menjadi atas nama 2 tersangka lain, yakni asisten rumah tangga Ibu dari Nirina Zubir berinisial RK dan suaminya E. Sebelumnya, 6 Sertifikat Hak Milik ini atas nama Nirina Zubir dan keluarga.

Petrus menyebut dalam pembuatannya, tanda tangan Ibu dari Nirina Zubir diduga telah dipalsukan. Tersangka F juga menurut Petrus membuat Akta Jual Beli yang digunakan dalam peralihan. Adapun Akta Jual Beli ini disahkan dan dinomorkan PPAT Jakarta Barat dengan inisial IR dan ER, yang juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Dengan cara memalsukan tandatangan dalam Akta yang diduga dilakukan RK dan F,” tutur Petrus.

Dari 6 sertifikat, 4 sertifikat digadaikan ke bank dan 2 sertifikat dijual ke pihak lain untuk mendapatkan keuntungan. Saat ini, tersangka F, RK, dan E sudah ditahan polisi. Adapun IR dan AR masih didalami keerlibatan dan perannya. Korban disebutkan mengalami kerugian materil atas bidang tanah senilai Rp 17 miliar.

Tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *