Pengendara Sepeda Motor Asal Srono Banyuwangi Meninggal Dunia Usai Mengalami Kecelakaan Tunggal

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Samsul Arifin (50) warga asal Dusun Plembangrejo, RT 02 RW 16, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi dinyatakan meninggal. Ia meninggal usai mengalami kecelakaan. 

Warga Kecamatan Srono tersebut meninggal di Rumah Sakit (RS) Alhuda, Genteng usai mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Dusun Salamrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, pada Senin, 16 Agustus 2022 sekitar puku 09.00. Wib.

Hal tersebut disampaikan oleh AKP Satrio Wibowo, Kapolsek Glenmore, kepada awak media.

“Korban meninggal dunia di RS Alhuda Genteng. Ia dilarikan ke RS usai mengalami kecelakaan tunggal diwilayah Desa Tulungrejo, Glenmore,” kata Satrio Wibowo.

Menurt Kapolsek Glenmore, korban mengendarai sepeda motor Suzuki Smash Nopol P-4571-YB dari arah barat menuju ke timur, ketika sampai di jalan raya Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, tepatnya di tikungan jembatan tiba-tiba sepeda motor yang dikendarai korban oleng kemudian terjatuh posisi sebelah kanan badan jalan.

“Korban bernama Samsul Arifin (50l warga Dusun Plembangrejo, RT 02 RW 16 Desa Wonosobo, Kecamatan Srono,” kata Kapolsek Glenmore, AKP Satrio.

Kata Satrio, saat kejadian ada dua saksi yang melihatnya, yakni Hariyanto (32) dan Laili (27). Keduanya adalah warga Dusun Salamrejo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore.

“Melihat ada orang kecelakaan, kedua saksi langsung menolong korban, kemudian korban dibawa ke Puskesmas Sempu” terang AKP Satrio.

“Namun sesampainya di Puskesmas Sempu, pihak Puskesmas mengarahkan agar korban dibawa ke RS Al Huda Gambiran,” tambahnya.

Sesampainya di RS Al Huda, korban langsung diperiksa oleh dokter jaga UGD. Korban mengalami luka lecet diatas bibir 1×1 cm dan kemudian dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Kepada awak media, mantan Kanit Reskrim Polsek Rogojampi tersebut mengatakan menurut keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung. 

Atas meninggalnya Samsul Arifin, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut  sebagai musibah. Dan pihak keluarga korban  menolak untuk dilakukan Autopsi..

“Korban diserahkan kepada keluarga untuk segera dikebumikan lengkap dengan surat pernyataan,”pungkas Satrio Wibowo. (*)

  • Bagikan