Pembangunan MCK Dibeberapa SDN Situbondo Diduga Tidak Sesuai Spek

  • Bagikan

BERITA9, SITUBONDO – Sejumlah lembaga pendidikan tingkat Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Situbondo mendapatkan bantuan fisik gedung dari Dana Alokasi Khusus (DAK) berupa pembangunan Mandi Cuci Kakus (MCK). 

Namun, Pekerjaan yang sudah di lakukan itu menjadi pusat perhatian masyarakat. Warga di buat bingung, Karena proyek yang di duga siluman tersebut selain mereka tidak memasang papan informasi pekerjaan di lapangan di duga tidak sesuai spesifikasi.

Seperti di SDN 6 Kedungloh di kampung Batu Kodung (Gunung Bunter) Desa Kedungloh, SDN 3 Bantaldan, SDN 2 Prante Kecamatan Asembagus pekerjaan kontruksinya di duga  tidak sesuai dengan gambar perencanaan gambar. 

Baca Juga: Saluran Air Terputus, Kegiatan Tambang Pasir di Situbondo Dihentikan Petani

Lebih parah lagi, dari pantauan Berita9.Net di SDN 6 Kedungloh, Selain tidak terlihat papan nama proyek, Para pekerja tidak menggunakan pengaman keselamatan (Safety), pekerjaan pondasi di duga tidak sesuai dengan spesifikasi maupun Rencana Anggaran Biaya.

Terlihat pasangan pondasi tersebut hanya setebal sekitar 30 cm saja tanpa menggunakan pasangan besi cakar ayam atau pasangan besi beton.

Salah seorang pekerja pria berasal dari Kecamatan Asembagus yang di sebutkan identitasnya mengatakan bahwa pekerjaan proyek mulai di lakukan hari Senin, (19/9/202), Namun sampai  Sabtu ini, (25/9/2021) pelaksanaan masih sebatas pondasi karena terkendala air.

“Saya baru sekarang kerja pak, ini hari senin dikerjakan, namun kendala air, baru diteruskan hari ini, untuk lain lain saya tidak tahu,” kata sala tukang dilkokasi proyek, ” Ujarnya. Sabtu, (25/9/2021).

Sekedar tau, Proyek yang saat ini sedang dibangun merupakan proyek Toilet, yang dilaksanakan serentak di Kecamatan Asembagus. Berasal dari sumber Dana DAK, dengan nilai anggaran ratusan juta rupiah, dan proyek tersebut mulai dikerjakan pada tanggal 27 Agustus 2021 sampai  selesai 26 oktober 2021 yang benar Mas.

Sementara Anif, salah seorang aktivis pemerhati pendidikan menyayangkan adanya program pemerintah yang di duga di kerjakan asal jadi. Pihaknya akan terus monitor adanya proyek proyek nakal khususnya program pemerintah yang di alokasikan ke lembaga lembaga pendidikan.

” Saya sangat menyayangkan adanya proyek proyek tersebut, proyek terkesan siluman, apalagi tidak sesuai dengan denah gambar. Kita berharap pada saat lembaga mendapatkan bantuan di kerjakan dengan mutu dan kwalitas yang bagus dengan maksut agar proyek bisa bertahan lama dan tidak mudah rusak.” Katanya.(*).


Reporter. Sutikno

  • Bagikan