LSM Soroti Penarikan Restribusi di Pasar Songgon Banyuwangi

  • Bagikan
Ketua LSM Penjara Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. (Foto istimewa)

BERITA9, BANYUWANGI – Soal dugaan pungutan liar (pungli) di pasar Inpres Songgon, Banyuwangi yang dilakukan oleh oknum petugas pasar mendapat sorotan dari Ketua Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Penjara) Indonesia Kabupaten Banyuwangi.

Kepada awak media Ryan Bagus Yunianto, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia Kabupaten Banyuwangi mengatakan, jika benar apa yang dilakukan oleh petugas pasar Songgon itu sudah menyalahi aturan.

“Jika penarikan restribusi di pasar Songgon itu benar maka itu benar -benar menyalahi aturan,” ucapnya Kamis, (7/10/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Bagus ini, penarikan restribusi pasar harus sesuai aturan atau Peraturan Daerah (Perda). Dan jika penarikan Restribusi pasar menyimpang dari Perda maka hukumnya salah dan wajib diproses secara hukum yang ada.

Baca Juga; Camat Onolalu Bantah Lakukan Pungutan Liar

“Jika penarikan restribusi di Pasar Songgon menyalahi aturan, maka kita akan melaporkan ke pihak penegak hukum dan akan kita kawal terus persoalan tersebut,” Ungkapnya.

Bagus menjelaskan, apalagi kabarnya di Pasar Songgon ini pedagang yang diluar area pasar juga dikenakan biaya restribusi. Ini sudah menyalahi aturan dan tidak boleh dibiarkan saja. Bahkan bukan hanya itu saja. Para tukang parkir mengeluh karena dimintai jatah oleh petugas pasar untuk menyetor sejumlah uang. Ini juga salah kaprah.

“Penarikan restribusi pada pedagang diluar area dan tukang parkir itu sudah salah kaprah,” tegas Bagus.

loading...
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *