Kasus Penggelapan Sertifikat, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya sedang menelusuri dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus penggelapan sertifikat rumah dan tanah milik keluarga artis Nirina Zubir.

“Untuk aliran dana secara administrasi sedang diajukan untuk proses TPPU,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan, Sabtu (4/12/2021).

Dikatakan Zulpan, penyidik juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pembeli sertifikat dari tersangka Riri Khasmita selaku asisten rumah tangga ibu Nirina yang diduga menggelapkan sertifikat rumah.

Baca Juga: Polisi Tangkap Notaris & ART Gerombolan Mafia Tanah

“Tersangka sebanyak lima orang saat ini juga sudah dilakukan penahanan,” ungkapnya.

Para tersangka yang ditahan atas nama Riri Khasmita, kemudian suaminya Endrianto, Farida selaku notaris dan PPAT di Kota Tangerang, Ina Rosiana dan Erwin Riduan sebagai notaris dan PPAT di Jakarta Barat.

Para tersangka ditahan selama 20 hari sejak 23 November 2021 kemarin. Apabila diperlukan dalam masa penyidikan, penahanan dapat diperpanjang 40 hari ke depan.

Baca Juga:

Diketahui, artis Nirina Zubir menjadi korban kasus mafia tanah yang dilakukan oleh asisten rumah tangganya bernama Riri Khasmita.

Dari 6 sertifikat, 4 sertifikat digadaikan ke bank dan 2 sertifikat dijual ke pihak lain untuk mendapatkan keuntungan. Saat ini, semua tersangka ditahan polisi. Korban disebutkan mengalami kerugian materil atas bidang tanah senilai Rp 17 miliar.

Tersangka dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 264 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 3,4,5 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 8 tahun 2010. (*)

  • Bagikan