oleh

Kasus Kayu Jati Ilegal Mandor, Pegawai Perhutani Djawatan Benculuk Larang Wartawan Masuk

BERITA9, BANYUWANGI – Nama mandor TPK Ringintelu beinisial YJDB, tersangka kasus kayu jati ilegal Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, mendadak tenar. Pasalnya, ia diduga mendapat perlakuan khusus gegara belum ditahan. Padahal jelas-jelas telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Siliragung, Banyuwangi.

Yang terjadi, oleh pihak Perhutank KPH Banyuwangi Selatan, YJDB, hanya diganjar mutasi. Dari jabatan Mandor TPK Ringintelu, digeser ke kantor Djawatan Benculuk. Menjadi staf Waka ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Hari Jatmiko.

Indikasi perlakuan khusus terhadap YJDB, makin kentara ketika awak media datang ke kantor Djawatan Benculuk. Dia yang jelas-jelas sedang bermasalah, malah dengan santai tidak berdinas.

“Dia (YJDB) gak masuk,” ucap Tohir, pegawai Perhutani yang berkantor di Djawatan Benculuk, Selasa (9/6/2020).

Makin mencurigakan, para pegawai BUMN Perhutani KPH Banyuwangi Selatan yang berkantor di Djawatan Benculuk, mendadak kompak melarang wartawan masuk. Bahkan mereka terang-terangan memasang wajah tidak bersahabat hingga membentak.

Nampak sekali rasa keberatan, entah apa yang disembunyikan. Dalih mereka menolak kedatangan jurnalis, karena Djawatan Benculuk ditutup selama pandemi Covid-19.

“Bohong kalau tutup, wong saya tiap hari melihat sendiri pengunjung keluar masuk, bohong itu,” cetus O, warga sekitar.

Usut punya usut, selain menjadi tempat mutasi YJDB. Ternyata kantor Djawatan Benculuk adalah tempat diamankannya barang bukti puluhan kayu jati ilegal milik YJDB.

Namun sayang, terkait kondisi ini, Waka ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Hari Jatmiko, belum bisa dikonfirmasi wartawan. Dia sedang tidak ada dikantor Djawatan Benculuk. Ketika dihubungi via telepon dia juga tidak menjawab.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus 80 balok kayu jati ilegal di Banyuwangi, ini berawal dari informasi masyarakat. Selanjutnya, pada 11 Mei 2020, petugas Polhut Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, yang dipimpin Pengda Aris Rofiq Hidayat SH, berhasil mengamankan puluhan balok kayu jati tanpa dokumen resmi tersebut.

Barang bukti ditemukan di dua lokasi berbeda. 50 Balok di pekarangan rumah milik Tum di Desa Sukorejo, Kecamatan Bangorejo.

loading...

News Feed