Diduga Menerima Siswa Tanpa Rekomendasi, Kasek MI Miftahul Ulum 2 Benculuk Sebut Dia Hanya Bermain

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Sekolah MI Benculuk, diduga menyalahi prosedur sekolah. Pasalnya sekolah tersebut menerima siswa tanpa ada penyerahan dari orang tua/Walimurid. 
Hal itu disampaikan oleh Irfan, selaku orang tua, saat di konfirmasi wartawan. Dirinya menuturkan jika tidak menyetujui anaknya di pindahkan sekolah.

“Dari awal saya tidak pernah setuju anak saya dipindah sekolah dari MI Diponegoro, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, ke MI Miftaul Ulum 2 Desa Benculuk, Kecamatan Cluring,” ujarnya. Jum,at, (24/9/2021).

Irfan juga berkisah, memang terjadi konflik orang tua pasca perceraian. Namun saya selaku bapak dari Mufti Zarif Ahmad, tidak menyetujui jika anak saya di pindah sekolah. Dan saya sempat ke sekolah MI Miftaul Ulum 2 tersebut untuk menegur Kepala Sekolah. (Kasek) namun Kesek tersebut hanya mengucapkan permintaan maaf.

“Saya sudah datangi sekolah tersebut, pihaknya hanya meminta maaf saja,” katanya.

Menurut Irfan, apa yang dilakukan oleh sekolah ini telah menyalahi aturan atau prosedur karena perpindahan siswa harus ada persetujuan orang tua dan sekolah asalnya.

“Kami menganggap MI Miftahul Ulum 2 Benculuk ini telah menyalahi aturan, karena telah menerima siswa tanpa ada rekomendasi dari orang tua dan sekolah asal,” paparnya.

Sementara Abdul Basid, Kepala Sekolah MI Miftaul Ulum 2, Benculuk saat dikonfirmasi dikantornya dirinya membenarkan jika Mufti Zarif Ahmad, masuk disekolah MI Mifthul Ulum 2 Benculuk.

“Iya benar mas, anak tersebut kemarin sempat masuk disekolah kami,” ucapnya. Jum,at, (24/9/2021).

Namun kata Abdul Basid, anak tersebut belum diterima disekolah MI Miftahul Ulum 2, lantaran belum ada penyerahan dari orang tuanya. Anak tersebut datang sendiri bermain ke sekolah.

“Mufti Zarif Ahmad, belum kami terima disekolah kami, lantaran belum ada penyerahan dari orang tuanya. Dan anak tersebut datang kesekolah hanya untuk bermain saja,” tegasnya.

Seperti diketahui Mufti Zarif Ahmad, sebelumnya adalah siswa kelas 4 MI Diponegoro, Desa Purwodadi, Kecamatan Benculuk. Ia diduga pindah sekolah ke MI Miftahul Ulum 2, Benculuk tanpa ada rekomendasi dari orang tua dan juga sekolah asalnya yakni MI Diponegoro, Purwodadi. (*)

loading...
  • Bagikan