oleh

Diduga Ada Biaya Jutaan Rupiah, Dua Calon Sublok Desa Mojosari Situbondo Mengundurkan Diri

BERITA9, SITUBONDO – Diduga dikenakan biaya puluhan hingga belasan juta rupiah, dua kandidat Sublok ( ulu ulu air ) Desa Mojosari, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, mundur sebelum penjaringan.

Pemilihan atau penjaringan ulu ulu air di Desa Mojosari, rencana akan dilaksanakan Kamis (24/9/2020). dari 4 ( empat ) calon ulu ulu air, masing masing adalah Wahet, toha. Ikrom. Dan Adi, dua diantaranya mengundurkan diri, lantaran diduga di kenakan biaya 14 juta rupiah ditambah dengan uang pendaftaran sebesar 1 juta rupiah.

Mundurnya dua kandidat Sublok ( ulu ulu air) Adi dan Ikhrom keduanya warga Desa Mojosari Kecamatan Asembagus, lantaran biayanya terlalu besar hingga belasan juta rupiah. Ia menilai tidak sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga ART, yang ada di ketua Himpunan Petani Pemakai Air  (HIPPA).

Dari keterangan Adi, Sebelumnya empat kandidat Ulu ulu air sempat diundang oleh pembina ( Kepala Desa ), melalakukan pemaparan mengenai pembiayaan,  baik pendaftaran maupun biaya normalisasi sebelumnya, 

Kepada wartawan Adi mengungkapkan, saat itu saya bersama empat orang calon Sublok diruangan pembina,” keterangan pembina uang pendaftaran 1 juta rupiah, untuk konsumsi, untuk uang yang 14 juta selama sublok sebelumnya meninggal ada perbaikan normalisasi, jadi kalau sanggup ya mendaftar kalau tidak sanggup tidak usa,” ungkap Adi. Rabu ( 23/9/2020).

Ketua Himpunan Petani Pemakai Air Desa Mojosari, yang akrab dipanggil Sur itu saat dikonfirmasi di rumahnya, membantah keras dengan keterangan tersebut. Dari ketengannya, biaya sebenarnya untuk pendaftaran 1 juta rupiah itu untuk konsumsi, sedangkan 13, 7 juta rupiah itu untuk perbaikan aliran sungai.

” Dan itu dibebankan kepada yang terpilih nanti, biaya itu untuk perbaikan saluran. Biaya itu dilaksanakan selama petugas ulu ulu air sebelumnya meninggal dunia, menggunakan alat, agar aliran sungai normal, dan petani bisa lancar memnfaatkan air untuk pertaniannya, dan itu sudah hasil kesepakatan,” terang Sur Ketua HIPPA Mojosari.

Sementara itu Syamsyadi, Kepala Desa (Kades) Mojosari, memberikan keterangan, sebelumnya sudah ada kesepakatan ada perbaikan saluran, gorong gorong dan sebagainya, menghabiskan anggaran sebesar 13,7 juta rupiah, untuk menutup tanggungan sebelumnya, petani bersama HIPPA melakukan musyawarah, dan ada kesepakatan dengan biaya tanggungan tersebut dibebankan kepada kandidat yang terpilih, bagi yang tidak terpilih, uang sebesar 13,7 juta tersebut akan dikembalikan,”  (*)


Reporter : Sutikno

loading...

News Feed