oleh

Belasan Glondong Kayu Jati Bersama Pelaku Diamankan Petugas Polsek Asembagus Situbondo

BERITA9, SITUBONDO – Satu unit kendaraan pick up Grandmax, Nopol. W-8634-XG, warna hitam bersama belasan glondong kayu jati dan satu orang pelaku diamankan petugas Taman Nasional Baluran dan Polsek Asembagus. Rabu (16/12/2020).

Kendaraan Pick Up merk Daihatsu grandmax, Nopol W 8634 XG, membawa kayu  jati glondongan tanpa surat atau dokumen yang sah, pada pukul 22.OO .Wib, melintas dijalan pantura  Trigonco ( Taman Kota Asembagus ) Kecamatan Asembagus. Barang bukti bersama  dua orang diduga pelakunya diamankan di Polsek Asembagus.

Kendaraan tersebut, sejatinya sudah dibuntuti dari hutan Taman Nasioanal Baluran pada rabu malam, oleh Petugas Taman Nasional, dan berhasil diamankan usai dilakukan kerjasama dengan petugas Kepolisian Polsek Asembagus, dihadang di jalan pantura Desa Trigonco Kecamatan  Asembagus Kabupaten Situbondo. tepatnya di timur Taman Kota Asembagus.

Bersama 4 (empat) anggota Ipda Harnowo, Brigadir Dadang Krisdianto, Briptu Feri Abrianto dan Bripda Edy Suryadi beserta Petugas TN. Baluran, mengamankan diduga pelaku berikut barang buktinya ke Mapolsek Asembagus.

Masing masing Sukarno Adi Putra (47) alias Beno Situbondo 28 -08- 1973, asal Sidomulyo Rt.02 Rw.09 desa Sumberwaru Kecamatan Banyuputih. Dan Suprianto alias Pri (37) asak Krajan Rt.03 Rw.04 Ds. Sumberwaru Kecamatan Banyuputih.

Dengan barang bukti 1 (satu) unit kendaraan pick up merk Daihatsu grandmax, Nopol : W-8634-XG, warna hitam, tahun 2015. Serta 11 (sebelas) kayu jati glondongan ukuran sekitar 1 Meter dengan kubikasi 1,725 m3. Dan terpal sebagai penutup kayu.

Kapolsek Asembagus Iptu Sulaiman, melalui Kanit Reskrim Polsek Asembagus Ipda Harnowo, menjelaskan, usai meminta keterangan sejumlah saksi, saat ini barang bukti belasan gelondong kayu jati, satu unit Pick Up beserta satu orang tersangka diamankan di Mapolsek Asembagus,” tegas Ipda Harnowo. 17/12/2020.

Pasal diduga dilanggar Pasal 12 huruf e Jo pasal 83 ayat (1) huruf b, UU RI no. 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.  yang berbunyi, mengangkut, menguasai atau memiliki kayu hasil hutan yang tidak dilengkapi secara bersama Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan (SKSHH).(red)


Reporter: Sutikno.

loading...

News Feed