Bea Cukai Grebek Dua Desa di Jepara Penghasil Ratusan Ribu Rokok Ilegal

  • Bagikan
Tim Bea Cukai Kudus bersama Sub Denpom IV/3-2 Pati ?melakukan penindakan di wilayah Desa Bakalan dan Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Kamis (20/11/2021) kemarin. (Foto Istimewa)

BERITA9, KUDUS – Petugas Bea dan Cukai Kudus, Jawa Tengah menggerebek enam bangunan yang dijadikan pusat pengemasan rokok ilegal di Kabupaten Jepara. Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil menyita sebanyak 545.653 batang rokok ilegal senilai Rp556.552.800.

Sutopo Ali Subagyo, Plt Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus mengatakan, dua desa yang digrebek anak buahnya itu yakni Desa Bakalan dan Desa Robayan, Kecamatan Kalinyamatan.

“Pada saat penindakan, beberapa pekerja kedapatan sedang mengemas dan menimbun rokok ilegal di bangunan itu,” kata Sutopo di Kudus, Senin (22/11/2021).

Akibat ulah produsen rokok ilegal tersebut, kata Sutopo, negara berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp365.753.405.

“Barang bukti berupa rokok sigaret kretek mesin (SKM) batangan dan rokok siap edar yang tidak ada pita cukai. Selain memproduksi rokok ilegal, para tersangka juga memalsukan pita cukai untuk mengelabui petugas dan masyarakat.

“Kami menyita berbagai merk rokok ilegal seperti Biltz, Sekar Madu SMD, Titan Bold, dan Kalbaco Bold, semuanya telah kita amankan,” katanya.

Selain menyita ratusan ribu batang rokok ilegal, petugas turut mengamankan pemilik barang berinisial S (32), pekerja pengemas M (37) tahun, dan seorang saksi NR (44). Mereka kemudian dibawa ke Kantor Bea Cukai Kudus untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kata Sutopo, selama ini pihaknya sering melakukan sosialisasi yang bersinergi dengan seluruh Pemerintah Daerah, mengajak masyarakat menghindari rokok ilegal dan menentukan sebuah produk rokok itu resmi atau ilegal itu sangatlah mudah.

Ia juga menghimbau agar masyarakat yang ingin memproduksi rokok harus mengurus ijin NPPBKC (Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai) “Ngurus ijin itu gampang, cepat dan dijamin seratus persen gratis,” tandas Sutopo. (*)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *