KEIN : Kecil Sekali Pengaruh Brexit bagi Indonesia

  • Bagikan

BERITA9, JAKARTA – Keputusan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tidak perlu disikapi berlebihan oleh Indonesia, effeknya diyakini sangat kecil. Sebab, Indonesia telah memiliki strategi sendiri dalam mengelola ekonomi dan meningkatkan nilai ekspor ke Eropa, jadi bukan hanya Inggris.

“Effek pasti ada tapi saya yakin kecil sekali bagi Indonesia, ekonomi bisa menurun, tapi tidak se-ekstrim itulah bagi Indonesia,” kata Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir kepada Berita9 di kawasan Senopati, Jakarta Selatan Sabtu (25/6).

Mas Tris, begitu biasa ia disapa, angkat bicara terkait Referendum yang menyebabkan Inggris keluar dari Uni Eropa (Britain Exit/Brexit). Hasil referendum diakui tak hanya berdampak bagi perekonomian negara-negara Eropa tetapi juga ke Indonesia.

Mantan Ketua Umum PAN ini menambahkan, Indonwsi tidak boleh ikut arus kekecewaan seperti yang dilakukan negara-negara lain. Seperti diketahui keputusan Inggris keluar dari UE pasti membuat beberapa pihak kecewa. Dia pun meminta agar pemerintah tak ikut sikap tersebut.

Menurut Mas Tris, ada beberapa alasan kenapa Indonesia tidak perlu bersikap, pertama karena letak geografis Indonesia dan Inggris berjauhan. Yang kedua Indonesia punya strategi sendiri dalam mengembangkan nilai ekspor ke Eropa termasuk Inggris.

“Nah persoalan Inggris bergabung atau tidak yang lebih penting bagaimana meningkatkan kerjasama ekonomi khususnya ekspor ke negara-negara Eropa,” ujarnya.

Ia juga meminta pemerintah dan pelaku usaha Indonesia tidak boleh kecewa tapi diharap tak usah kaget dengan putusan ini. Namun lebih mengedepankan berpikir positif atas keputusan Brexit tersebut.

“Situasi ini mungkin membutuhkan waktu beberapa minggu (untuk pemulihan) dan nantinya orang mulai berpikir rasional, tentunya orang akan mencari solusi terhadap persoalan ekonomi,” ucap dia.

Soetrisno mengakui jika saat ini Brexit akan mempengaruhi ekonomi dalam negeri. Tetapi, tidak akan berlangsung lama.  KEIN yang dipimpinnya dikatakan sudah punya cara agar situasi serupa tak terulang lagi.

“Dalam rangka industrialisasi kita akan mengoptimalkan kekuatan dalam negeri baik sumber daya alam baik sumber daya manusianya,” ujar dia. (red/hwi)

  • Bagikan