oleh

Dugaan Pelanggaran Homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah Dilaporkan Polresta Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Forsuba laporkan dugaan pelanggaran pemilik homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah ke Satreskrim Polresta Banyuwangi, Senin (9/3/2020). Usaha yang disinyalir milik Warga Negara Asing (WNA) tersebut diduga menyerobot tanah negara. Serta diduga melakukan aktivitas perdagangan miras tanpa izin.

Ditemui langsung Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP M Solikhin Fery, Ketua Forsuba, H Abdillah Rafsanjani, menjelaskan bahwa pihaknya sangat mendukung konsistensi kepolisian dalam penegakan supremasi hukum. Khususnya dalam mengawal program pemerintah untuk kemudahan investasi taat dan patuh aturan di Bumi Blambangan.

Tujuannya untuk sinergitas lintas elemen dengan program Pemerintah Daerah Banyuwangi. Baik dalam memajukan sektor pariwisata maupun mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga : Kapolsek Glenmore & Artis Cilik ‘Friska Armeitya Putri’ Meriahkan HPN 2020 Jurnalis Banyuwangi Selatan

Atas dasar hal tersebut, Forsuba menyampaikan bahwa pihaknya mendapati dugaan pelanggaran yang dilakukan pengusaha homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah. Diantaranya, indikasi penyerobotan tanah negara yang berada dibawah pengelolaan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Pembangunan tempat usaha tanpa dilengkapi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan indikasi peredaran miras ilegal. Baik miras merk lokal maupun asing.

Dan tudingan Forsuba tersebut bukan tanpa dasar. Tapi dilengkapi surat keterangan resmi dari instansi terkait. Perhutani KPH Banyuwangi Selatan dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Termasuk penjelasan dari Satpol PP Banyuwangi. “Surat-surat tersebut sudah kami serahkan ke pihak kepolisian,” ucap Abdillah.

Untuk itu, Abdillah meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan tindak lanjut. Apalagi tokoh lintas agama setempat juga sudah mengeluhkan peredaran miras di homestay Mojo Surf Camp Pulau Merah. Terlebih tempat usaha yang disinyalir milik Warga Negara Asing (WNA) itu memang berdiri tepat bersanding dengan tempat ibadah Pura Tawangalun.

Baca Juga : Ini Pernyataan Kapolresta Banyuwangi Tentang Dugaan Miras Ilegal Mojo Surf Camp Pulau Merah

Kepada wartawan, Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi, AKP M Solikhin Fery, mengaku telah menerima surat hasil klarifikasi Forsuba ke sejumlah instansi terkait. Untuk mempercepat tindak lanjut, kini sejumlah dokumen tersebut sedang dalam kajian kepolisian.

“Dokumen tersebut masih kita pelajari,” ucapnya. Sayangnya, terkait hal tersebut, Zainal Arifin, pengelola homestay Mojo Surf Camp Pulau merah, hingga kini belum bisa dikonfirmasi.

Selain permasalahan homestay disekitar pantai Pulau Merah, kedatangan Forsuba ke Mapolresta Banyuwangi, juga mempertanyakan perkembangan laporan masyarakat Desa Pakel, Kecamatan Licin, tanggal 2 Agustus 2018. Yakni terkait pajak perusahaan PT Bumi Sari Maju Sukses atas pajak perkebunan yang berada dilahan administrasi Desa Pakel. 

Baca Juga : Warga Kembiritan Menjerit, Biaya PTSL Diduga Melambung

Mengingat sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Banyuwangi, tertulis bahwa perkebunan Bumisari dibawah naungan PT Bumi Sari Maju Sukses, berada di Desa Bayu, Kecamatan Songgon, luas 1.189,81 hektar. Dengan HGU No 155/HGU/BPN/04, berlaku hingga 31 Desember 2034.

Termasuk mempertanyakan laporan warga terhadap PT Bumi Sari Maju Sukses yang diduga menyerobot lahan orang lain untuk digunakan perkebunan. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed