oleh

Dialog Akademisi – Politikus, NKRI Harga Mati

BERITA9, MAKASSAR – Memperingati ulang tahunnya yang ke 44, Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sulawesi Selatan menggelar dialog bertema “Islam, Pancasila dan NKRI” Acara dialog juga dikemas memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di Gedung Graha Pena, Makassar, Sabtu (21/1).

Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Akhmad Basarah didapuk sebagai keynote speaker, selain itu tampil sebagai pembicara Guru Besar Universitas Islam Negeri Makassar, Pof. Dr. Qasim Mathar dan Dosen Fisip Unhas, Aswar Hasan  dengan moderator Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel, Muhammad Iqbal dan Dekan Fisip Universitas Sawerigading (UNSA) Makassar Moh Yahya Mustafa

Dalam dialog itu, Yahya mengatakan, bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah final dan menjadi harga mati, proses kehadiran NKRI tidak terlepas perjuangan pendiri bangsa termasuk salah seorang diantaranya adalah Soekarno.

“Tugas semua anak bangsa adalah merawat dan memelihara semangat kebangsaan dalam NKRI itu. Keragaman dan pluralisme menjadi bagian dalam proses kehidupan berbangsa yang harus dijunjung dan di rawat setip saat,” ucap Yahya mantan wartawan politik Harian Pedoman Rakyat.

Disebutkan, Pancasila sebagai ideologi dalam NKRI juga menjadi tanggung jawab bersama untuk memelihara dan merawatnya. Partai politik pada negara demokrasi, juga menjadi pihak yang harus bertanggungjawab menjaga dan mengejawantahkan Pancasila sebagai  ideologi negara.

Ketua Panitia HUT ke-44  DPD PDIP Sulsel, Dan Pongtasik menambahkan, turut hadir dalam acara HUT partai, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Ketua DPW PPP Sulsel, Muh Aras.

Selain itu juga hadir, Ketua DPD PDIP Sulsel, Andi Ridwan Wittiri, Ketua DPD PDIP Wajo, Hj Husni, dan pengurus partai dari kabupaten dan kota se-Sulsel. Juga turut  hadir, mantan Kapolda Sulsel Burhanuddin Andi, bakal calon Gubernur, Andi Rivai Ras serta simpatisan partai lainnya, ungkap anggota DPRD Provinsi Sulsel dari Fraksi PDIP Sulsel ini. (red/dipo)

Penulis : Arda Senaman, Mahasiswa S3 Sosiologi PPs-UNM.

Dialog Akademisi Dengan Politikus di Makassar (foto arda/B9)
loading...

News Feed