oleh

Di Banyuwangi Pasien PDP Ternyata Harus Bayar Sendiri


BERITA9, BANYUWANGI – Kabar tentang biaya perawatan pasien PDP di Banyuwangi, ditanggung pemerintah ternyata tidak sepenuhnya benar. Buktinya, ada keluarga pasien PDP meninggal dunia yang masih harus terbebani sejumlah biaya. Diantaranya biaya pemulasaraan dan ambulance yang besaranya cukup tinggi, yakni Rp 4. 981.700.

Kejadian ini menimpa keluarga pasien PDP asal Kecamatan Cluring, yang meninggal dunia pada 12 Mei 2020 lalu. Sebelumnya mendiang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Al Huda, Gambiran, Banyuwangi. Yang merupakan salah satu RS rujukan pasien Covid-19 di Bumi Blambangan.

Pantauan BERITA9 dalam kwitansi RS Al Huda, No 465566, tertera keterangan uang titipan biaya pemulasaraan jenazah dan ambulance ke Cluring, sebesar Rp 4. 981.700. Dibagian kanan bawah terdapat tanda tangan Kaur Keuangan, atas nama Arlin Istidanah SE.

Humas RS Al Huda, Gambiran, dr Soegeng Heri P, menolak berkomentar terkait biaya yang dibebankan kepada keluarga pasien PDP meninggal dunia asal Kecamatan Cluring ini. Menurutnya, terkait biaya kasus Covid-19, yang berwenang memberi keterangan adalah Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, dr Widji Lestariono.

Meskipun dalam kwitansi jelas bahwa biaya dipungut oleh pihak RS Al Huda, Gambiran.

“Untuk masalah Covid, silahkan langsung hubungi Jubir Covid Banyuwangi nggih. Hanya beliau yang berwewenang memberikan keterangan,” katanya, Jumat (29/5/2020).

Yang miris dalam kejadian ini, pihak keluarga mengaku tidak boleh membawa pulang jenazah pasien PDP, sebelum biaya tersebut dilunasi.

Padahal, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Hk.01.07/Menkes/238/2020, tentang Petunjuk Teknis Klaim Penggantian Biaya Perawatan Pasien Penyakit Infeksi Emerging Tertentu Bagi Rumah Sakit Yang Menyelenggarakan Pelayanan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), biaya pemulasaraan dan ambulance pada pasien PDP Covid-19 bisa diklaim kan ke pemerintah. Dan Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, juga telah menyiapkan anggaran Rp 78 miliar.

Terkait hal ini, Sekretaris Gugus Tugas Covid-19 Banyuwangi, Ir Mujiono, juga meminta wartawan untuk menanyakan ke Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Mohon konfirmasi ke Dinas Kesehatan nggih,” katanya.

Sementara dr.Widji Lestariono, Jubir gugus tugas Covid -19 Kabupaten Banyungi saat dikonfirmasi mengatakan, Pasien dirawat di ruang isolasi RS Alhuda tanggal  7 s/d 12 Mei 2020.

Berdasarkan KMK No. 01.07/Menkes/238/2020, hal 9 bahwasanya pelayanan Covid yang bisa di klaim, harus sesuai dengan standar pelayanan Covid. Salah satu syaratnya adalah pasien harus dilakukan pemeriksaan swab,”katanya.

 Dan Pada saat itu, Masih dr. Widji Lestariono,  RS Al Huda belum punya kemampuan melakukan pemeriksaan swab, hanya RS Blambangan yang bisa. Karena standar pelayanan covid tidak terpenuhi  dan setelah berkoordinasi dengan BPJS belum bisa diklaim sehingga harus ditanggung secara pribadi,” terangnya, melalui pesan Whatsapp.(red)

loading...

News Feed