oleh

Demi Ketentraman, Puluhan Warga Pancer Mengadu Ke Bupati Banyuwangi

BERITA9, BANYUWANGI – Puluhan warga asli Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, mengadu ke Bupati Banyuwangi, pada Selasa (18/2/2020).

Pada kesempatan tersebut, mereka berharap Pemerintah Daerah (Pemda) bisa hadir untuk memastikan mereka bisa hidup tenteram.

Dikantor Bupati, kalangan ‘wong cilik’ yang didominasi kaum nelayan tersebut ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi, Ir Mujiono, bersama jajaran.

Baca Juga : Tak Kunjung Dapat Bantuan Dari Pemerintah, Warga Desa Sumberanyar Situbondo Akan Bangun Jembatan Secara Swadaya

“Kami tidak ingin ada gesekan diantara warga, kami ingin hidup tentram seperti dulu,” kata koordinator massa Pancer, H Ahmad Wiaji ketika dihadapan Sekda.

Puluhan warga yang berkaos bertuliskan ‘Wong Pancer’ menceritakan kepada Sekda, bahwa kondisi kerukunan masyarakat di Dusun Pancer, terancam pecah. Terutama sejak adanya pihak luar yang diduga berada dibalik kelompok tolak tambang emas PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Kelompok anti tambang dianggap sering diluar batas. Tidak lagi peduli pada kepentingan masyarakat dan terkesan maunya sendiri. Dicontohkan, acara adat petik laut yang merupakan gawe besarnya masyarakat nelayan pun diganggu.

Baca Juga : Polresta Banyuwangi Diminta Segera Tangkap Pelaku Gerakan Anti Investasi PT BSI

Begitu juga kegiatan simulasi tsunami. Meski dihadiri Kapolda Jawa Timur dan Kapolres seluruh Jawa Timur, juga tak luput dari kejahilan kelompok tolak tambang emas PT BSI.

“Padahal kegiatan simulasi tsunami itu sangat penting bagi masyarakat nelayan Pancer,” ucapnya.

Sementara itu, Sekda Mujiono mengaku akan menampung keluh kesah warga Pancer. Selanjutnya akan disampaikan ke Bupati Abdullah Azwar Anas.  “Akan kita kaji dan selanjutnya ditindaklanjuti,” tegasnya.

Baca Juga : Uang Tunai 10 Juta Ikut Terbakar Bersama Mobil

Selain menyampaikan aspirasi, warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, juga membentangkan spanduk dukungan atas investasi PT BSI. Termasuk dalam pengembangan proyek Geolistrik di Gunung Salakan. Melanjutkan perjuangan demi hidup tenteram, massa bertolak menuju ke Mapolresta Banyuwangi. (red)

Laporan: Joko P

loading...

News Feed