oleh

Terlibat Perselingkuhan, Legislator Nias Utara Dipastikan Dipecat

BERITA9, NIAS UTARA – Insiden terbongkarnya perselingkuhan aanggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Nias Utara, beberapa Hari lalu (13/2), di salah satu rumah Kontrakkan dijalan Sisingamangaraja-Tandrawana, Kota Gunungsitoli, di tanggapi serius oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias Utara, Fo’anoita Zai, mengatakan bila tindakan memalukan AYH benar, maka tidak tertutup kemungkinan yang bersangkutan akan di kenakkan sanksi administrasi hingga sanksi pemecatan.
Menurut Fo’anoita Zai bahwa proses pemberian sanksi dapat dilakukan badan kehormatan bila ada pengaduan dari masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan atas tindakan AYH.

“Sanksinya tentu ada dan itu berupa sanksi administrasi, teguran, bahkan hingga pemecatan sebagai wakil rakyat, ” Katanya kepada BERITA9 melalui via seluler. Jumat (16/2)

Dikatakannya hingga kini dirinya selaku ketua DPRD belum mendapatkan informasi yang pasti dan lembaga DPRD belum menerima pelaporan terkait hal ini. 

“Kabarnya sih benar, tapi saya hanya mendengar dari media sosial dan beberapa pemberiataan media masa. Tapi ada juga teman-teman yang mengatakan bahwa informasi itu tidak benar. ” Tukasnya. 

Lebih lanjut di tambahkannya, kalau informasi itu benar dan terbukti, maka ianya menginstruksikan kepada Badan Kehormatan Dewan (BKD) untuk segera memprosesnya. Dan pengambilan keputusan sanski terhadap AYH melalui sidang paripurna DPRD. 

“Itu jika terbukti melanggar kode etik. Harusnya sebagai wakil rakyat AYH bisa menjadi pedoman dengan mencerminkan sikap dan perilaku baik pada masyarakat Nias Utara, bukan malah sebaliknya.” kesalnya.

Sementara dikatakannya meski nanti tidak ada pengaduan dari masyarakat atau pihak yang merasa dirugikan, maka sebagai ketua DPRD ia tetap berkordinasi terhadap Badan Kehormatan terkait dugaan perselingkuhan AYH. 

Sedangkan Ketua Badan Kehormanatan Dewan (BKD) DPRD Kabupaten Nias Utara, Pidaman Nazara, mengatakan jika selain masyarakat, laporan juga dapat disampaikan oleh LSM, OKP, dan Ormas yang merasa dirugikan atas tindakan AYH. 

“Tentu pemberian sanksi sebagaimana yang tertuang dalam peraturan tata tertib DPRD. Dan kalau pimpinan DPRD menyetujui, recanaya BKD akan segera turun kelapangan guna melihat dan menyelidiki secara langsung informasi tersebut, ” Sebut Pidaman. Jumat (16/2). 

Untuk diketahui, Senin (13/02) malam, AYH tertangkap basah oleh sang istri sedang berduaan dengan wanita lain berinisial KZ dalam sebuah rumah kontrakan yang terletak dijalan Sisingamangaraja-Tandrawana, Kota Gunungaitoli. 

Dari informasi yang di kumpulkan oleh BERITA9 AYH merupakan anggota DPRD Kabupaten Nias Utara, Kader PDI- Perjuangan dan menjabat sebagai ketua komisi A DPRD membidangi Pemerintahan, Hukum, dan Politik. (red)

Laporan Biro Nias, Frans Lature 

loading...

News Feed