PB NU Kirim “Samurai” Di Tengah Warga Nahdiyin Kota Gunungsitoli

  • Bagikan

BERITA9, GUNUNGSITOLI – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) seperti mengirim “Samurai” ditengah warga nahdiyin Kota Gunungsitoli. 

Hal ini disampaikan mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kepulauan Nias 1 Periode 2015-2020 Karsani Aulia Polem SE, menyikapi kondisi kepengurusan PC NU Kota Gunungsitoli yang saat ini yang semakin hari semakin tidak terkendalikan.

 “Samurai” yang dimaksudkan  Karsani, yakni dengan dikeluarnya  SK kepengurus ganda di PC NU Kota Gunungsitoli, dimana saat ini dua kubu warga nadhdiyin gonto-gontakan dan mengklaim pihaknya sebagai pengurus cabang NU yang sah di Kota Gunungsitoli, masing-masing kubu yang mengklaim yakni kubu Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag dan  Tanfidziah Rusudin Zalukhu SE dengan memegang  SK No. 581/A. II.04.d/10/2020 tanggal 19 Oktober 2020 dan Rais Syuriyah Rasifudin Gea dan Tanfidziah Hamdan Telaumbanua SH memegang SK No.764/A.II.04.d/II/2021 Tanggal 12 November 2021.

Gesekan Kedua kubu dan warga nadiyin di Kota Gunungsitoli ini tandas Karsani semakin meningkat pasca Muktamar NU Ke 34  yang di dilaksanakan di Provinsi Lampung  Desember 2021 lalu. Terlebih pada saat ini telah beredarnya proposal pelantikan PC NU se Kepulauan Nias yang direncanakan pada 23 Februari 2021 dimana salah satunya PC NU yang dilantik yakni PC NU Kota Gunungsitoli kubu Ketua Tandfiziah Hamdan Telaumbanua.

Sementara kubu Ketua Tandfiziah Rusudin Zalukhu sedang mempersiapkan kegiatan Rakercab sekaligus Peringatan Harlah NU Ke 96 di Kota Gunungsitoli.

Untuk itu Karsani Aulia Polem berharap kepada PB NU segera turun tangan menyelesaikan konflik yang sedang  terjadi di PC NU Kota Gunungsitoli.

” saya sangat yakin  kondisi  yang terjadi ditengah warga nahdiyin Kota Gunungsitoli seperti ini Mu’asiss NU pun ikut menangis. Tentunya dengan Konflik yang memanas ini, Ditunggu “Ratu Adil” dari Kramat Raya 164 dengan melihat secara utuh persoalan kepengurusan ganda ini dengan berpedoman pada ad/art dan PO NU serta kondisi riil yg terjadi di PC NU Kota Gunungsitoli tanpa adanya rekayasa dan manuver “kepentingan” tertentu didalamnya.

Kepengurusan PC NU Kota Gunungsitoli masa khidmad 2015-2020 dengan Ketua Tandfiziah Basrah Zebua SE berakhir pada Bulan Juli 2020. Selanjutnya atas surat dari PW NU Sumatera utara No. 100/C.I/03/7/2019 tentang informasi pelaksanaan konfercab kabupaten/kota tanggal 3 Juli 2019, PC NU Kota Gunungsitoli membentuk Panitia Konfercab ke IIIKemudian pada tanggal 14 Maret 2020 Konfercab Ke III PC NU Kota Gunungsitoli terlaksana bertempat di Gedung PC NU Kota Gunungsitoli Jalan Pattimura Desa Mudik yang dihadiri oleh PW NU Drs H Abdullah Nasution, Dr Sarmadan Nur Siregar dan Muaz Daulay dan peserta seluruh MWC NU Kota Gunungsitoli yang menghasilkan kepengurusan baru dimana seluruh peserta konfercab hanya mengusung atau mengusulkan Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag dan  tanfidziah Rusudin Zalukhu SE yang juga turut dihadiri Hamdan Telambanua dan Abdul Malik Caniago
Selanjutnya pada tanggal 4 Desember 2020 bertempat di Aula Ponpes Ummi Kalsum Kepengurusan  Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag dan  Tanfidziah Rusudin Zalukhu SE dilantik langsung  oleh PW NU Sumatera Utara yang diwakili KH Akhyar Nasution, Dr Sarmadan Nur Siregar dan Mukhtar Nasution serta menyerahkan langsung SK No. 581/A.II.04.d/10/2020 kepada pengurus baru.

Disisi yang lain, tanpa sepengetahuan PC NU dan tanpa pemberitahuan pada PC NU Kota Gunungsitoli pada tanggal 27 Februari 2020 PB NU menerbitkan SK Caretaker PC NU Kota Gunungsitoli No. 508/A.II.04.d/02/2020 dan SK caretaker  berakhir 3 bulan kedepan yakni pada bulan Mei 2020. 

Namun hal ini sangat bertentangan pada ad/art NU yakni pasal 17 menyebutkan Pengurus Cabang NU dapat dibekukan apabila, 1.  Melakukan kegiatan yang nyata-nyata melanggar anggaran dasar dan rumah tangga Nu dan amanat konfrensi cabang. 2.  Masa kepengurusan telah melewati batas waktu (kadaluarsa) dan sebelumnya telah mendapatkam teguran tertulis sebanyak 2 (dua) kali dalam rentan waktu masing-masing 14 hari kerja.3.  Tidak dapat menyelenggarakan kegiatan dalam rangka memenuhi amanat konfrensi cabang selama 180 hari berturut-turut tanpa pemberitahuan dan alasan yang rasional. 4.   Adanya permintaan atau mosi tidak percaya secara tertulis dari sekurang-kurangnya 2/3 pengurus MWC yang ditandatangani oleh Rais dan khatib, ketua dan sekretaris.

Pada pasal 18 menyebutkan.1.       Pembekuan pengurus cabang dilaksanakan oleh PB dan atau atas usulan PW. Setelah dilakukan kajian dan pertimbangan serta memenuhi salah satu unsur sebagaimana di maksud pasal 17. 
2. Pembekuan PC dapat dilaksanakan setelah PB memberikan peringatan pertama dan kedua yang masing-masing dengan tenggang waktu 14 hari kerja.
3. Pembekuan PC sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat 2 dilakukan setelah PB melakukan teguran sebanyak 2 kali sebelum masa kepengurusan berakhir. 
4. Pembekuan PC sebagaimana dimaksud pada pasal 17 ayat 4 dilaksanakan setelah PB mempertemukan atau memediasi antara PC dengan MWC atau perwakilan pengurus MWC dalam sebuah permusyawaratan yang hasil tidak mencapai kata sepakat 5.       Kepengurusan cabang yang dibekukan diambil oleh PB dengan menunjuk carateker dari PW.
6.  Dalam hal pertimbangan tertentu caretaker sebagaimana yang dimaksud ayat 5 dapat ditunjuk langsung dari jajaran PB NU.7. Selamat-lambatnya 180 hari setelah pembekuan, carataker atas nama PB harus sudah menyelanggarakan konfercab. 8. Masa kerja caretaker bisa perpanjang selama-lamanya 60 hari dengan SK perpanjangan.

Selanjutnya pada tanggal 23 April 2021 PB NU  mengeluarkan surat No. 4128/C.I.02/04/2021 perihal istruksi kepada PW NU Sumut, poin surat dimaksud PW diperintahkan segera menyelesaikan atau memediasi terkait dengan adanya dua hasil konfercab, yakni hasil Konfercab yang dilaksanakan oleh PC NU Kota Gunungsitoli dan hasil Konfercab yang dilaksanakan pihak caretaker paling lambat 1 bulan.

Pada tanggal 12 November 2021 sebelum pelaksanaan Muktamar di Lampung PB NU menerbitkan SK No. 764./A.II.04.d/11/2021 tanggal 12 November 2021 tentang pengesahan PC NU Kota Gunungsitoli masa khidmat 2029-2025 dengan Rais Syuriyah Rasifudin Gea dan Ketua Tandfiziah Hamdan Telaumbanua. SH
Selanjutnya pada tanggal 23 November 2021  PW NU Sumut mengeluarkan surat No. 64/PW/A.II/10/2021 kepada PB NU hal PC NU Kota Gunungsitoli dan PC NU Kota Medan, dimana pada poin surat tersebut menegaskan bahwa PW NU Sumut hanya merekomendasikan Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag dan  Tanfidziah Rusudin Zalukhu SE pada PC NU Kota Gunungsitoli. (sesuai surat rekomendasi PW NU Sumut No. 50/PW/A.II/4/2020 tanggal 1 April 2020.).

Disusul PW NU Sumut pada tanggal 21 Januari 2022 mengeluarkan surat yang tertuju kepada PB NU hal PC NU Kota Gunungsitoli, dimana pada poin suratnya meminta pembatalan SK 764/A.II.04.d/11/2021 tentang pengesahan kepengurusan Hamdan Telambanua karena prosesnya tidak pernah diketahui oleh PW NU Sumut
Lebih lanjut Karsani Aulia Polem sedikit menjelaskan, sepengetahuannya kondisi kenyataan yang terjadi PC NU Kota Gunungsitoli dan hasil pengamatan beberapa surat diatas dimana, pertama Konfercab Ke III PC NU Kota Gunungsitoli tanggal 14 Maret 2021 benar telah dilaksanakan oleh PC NU Kota Gunungsitoli masa khidmat 2015-2020.
Sementara kanfercab yang didengung oleh pihak caretaker diduga tidak pernah dilaksanakan oleh carataker sesuai dengan pernyataan seluruh ketua MWC NU se Kota Gunungsitoli yakni MWC Kecamatan Gunungsitoli Arisman Telaumbanua, Ketua MWC Kecamatan Gunungsitoli Utara, Hasan Basri Zalukhu, Ketua MWC Kecamatan Gununungsitoli Idanoi Basrani Gea dimana SK ketiga MWC baru barakhir pada tahun 2023 mendatang dan masih sah sebagai pengurus MWC serta tidak pernah diundang dan atau melaksanakan pertemuan sehingga diusungnya Hamdan Telambanua menjadi Ketua Tanfidziah PC NU Kota Gunungsitoli.
Kedua, dari hasil berita acara versi caretaker tertulis berita acara dibuat pada tanggal 14 Juli 2020 yang artinya berita acara dibuat dua (2) bulan setelah berakhirnya masa caretakar. (SK caretaker 27 Februari 2020 dan berakhir 27 Mei 2020). Dengan sendirinya cacat karena sudah kadaluarsa.

Pada Surat Keputusan PB NU No. 764/A.II.04.d/11/2021 tentang pengesahan kepengurusan Hamdam Telambanua pada diktum menimbang poin 1 surat PW NU Sumatera Utara No.

50/PW/A.II/4/2020 tentang rekomendasi pengesahan PC NU Kota Gunungsitoli. Hal ini sangat jelas pada rekomendasi dimaksud PW NU No 50/PW/A.II/4/2020 merekomendasikan Kepengurusan Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag Tanfidziah Rusudin Zalukhu SE.(sesuai surat penegasan PW NU tanggal 23 November 2021 No. 64/PW/A.II/10/2021) Bukan atau tidak pernah merekomendasikan kepengurusan Rais Syuriyah Rasifudin dan Tandfiziah Hamdan Telambanua.

Lebih tegas pada Muktmar NU ke 34 di Provinsi Lampung sesuai dengan berita acara sidang Tim Arbitrase panitia Muktamar pada hari selasa tanggal 21 Desember 2021 bertempat di Gedung Serbaguna Universitas Lampung memberitahukan bahwa Rais Syuriyah Atas nama Rasifudin Gea dan Ketua Tandfiah atas nama Hamdan Telaumbanua SH sebagai dimaksud SK PB NU No. 764/A. II.04.d/11/2021 diputuskan sebagai peninjau Muktamar NU ke 34 dengan ketua pimpinan sidang arbitrase KH Abdul Manan Ghani MM dan Rais Syuriyah Badrinal Arifin S.Ag dan Ketua Tandfiah Rusudin Zalukhu SE sebagai peserta Muktamar dan jelas telah memberikan Hak pilihnya pada kesempatan Muktamar itu. Imbuhnya.(*)

  • Bagikan