oleh

Kisruh Lahan Pemakaman, Begini Jawaban Jubir Satgas Covid-19 Kota Gunungsitoli

BERITA9, JAKARTA – Kisruh pemakaman korban keganasan virus Covid-19 di Kota Gunungsitoli (Gusit), Sumatera Utara, akhrinya mulai mereda. Itu setelah tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Gunungsitoli memakamkan jenazah dilahan milik pemerintah kota (pemkot) di Desa Afia Kecamatan Gunungsitoli Utara.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Gunungsitoli Onahia Telaumbanua menjelaskan, terkendalanya pemakaman jenazah dikarenakan belum adanya lokasi penguburan.

Ketiadaan itu diakibatkan banyak penolakan dari warga disekitar lahan. Padahal, Pemkot Gusit telah melakukan berbagai upaya guna mendapatkan lahan.

Salah satu usaha yang dilakukan yakni mencari alternatif dengan menggunakan lahan yang diusulkan oleh keluarga korban, namun juga terjadi penolakan masyarakat.

Baca Juga : Pemkot Gunungsitoli Tak Siap, Jenazah Covid-19 Terlantar

“Karena ditolak oleh warga sekitar, akhirnya pimpinan (Walikota Gusit-red) mengambil kebijakan bahwa penguburan jenazah ini dilaksanakan di atas tanah milik Pemerintah Daerah di Kecamatan Gunungsitoli Utara, tepatnya di Desa Afia,” kata Onahia Telambanua saat berdiskusi dengan BERITA9 melalui saluran telpon, Selasa (1/9/2020).

Onahia menjelaskan, lamanya pengadaan lahan penguburan dikarenakan banyaknya penolakan warga. Dalam setiap sosialisasi yang dilakukan tim Gugus Tugas, lanjut Onahia, selalu saja warga menolak dengan alasan yang beraneka ragam.

Kendalanya tidak sampai disitu, Pemkot Gusit terbentur surat yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi (BPKP) Sumatera Utara yang tetap mewajibkan Pemkot Gusit melakukan prosedur pengadaan lahan dengan menghadirkan tim penilai independent.

Baca Juga : Prof Wiku: Kejadian di Gunungsitoli Jangan Terulang Lagi

“Di Kepulauan Nias ini tidak ada tim penilai itu, harus didatangkan dari luar pulau (Nias), belum lagi proses tender dan lain-lain yang tentunya akan memakan banyak waktu,” ujar Onahia Telambanua yang sehari-harinya menjabat Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Pemkot Gusit.

Sementara itu, terkait sosialisasi, Onahia mengaku bahwa pihaknya telah gencar melakukannya, hanya saja, dilakukan secara terbatas guna memenuhi protocol kesehatan.

“Kami lakukan jauh-jauh hari sebelum adanya korban meninggal dunia ditempat dimana lokasi penguburan akan dilakukan, tapi dilakukan secara terbatas, maklum kita kan lagi masa pandemic, jadi harus mengikuti protocol kesehatan,” ujarnya. (red)

Bersambung…..

loading...

News Feed