Ini Penyebab Pembatalan Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kota Baru di Nias Barat

  • Bagikan
Bupati, Wakil Bupati dan Ketua DPRD Nias Barat saat pertemuan dengan investor di Medan (foto RRI)

BERITA9, MEDAN – Rencana pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Kota Baru di Nias Barat, Sumatera Utara terpaksa dibatalkan kerena Pemerintah Kabupaten Nias Barat tidak sanggup menyediakan lahan yang diinginkan investor. Penandatanganan pembatalan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Nias Barat dengan Pihak GB Global Corpn LTD, LTE, Sabtu (15/4) kemarin. Hadir dalam pertemuan itu, Bupati Nias Barat, Faduhusi Daeli, Wakil Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu, Ketua DPRD, Nitema Gulo, Sekretaris Daerah Nias Barat dan para pimpinan GB Global Singapura.

“Kita terpaksa batalkan MoU (Memorandum Of Understanding) tentang rencana Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus dan Kawasan Kota Baru di Kabupaten Nias Barat dengan investor dari Singapura,” ujar Wakil Bupati Nias Barat, Khenoki Waruwu di Medan, Sabtu (15/4)

Khenoki yang juga Ketua Tim Fasilitasi berkata, pembatalan rencana kerja sama ini disebabkan permintaan luas lahan yang diinginkan pihak investor GB Global Corpn PTE LTD Singapura, tidak sanggup disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Nias Barat. 

“Kita belum siap menyanggupi permintaan investor yang 10.000 ribu hektar untuk Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus dan 1.000 hektar untuk Kawasan Kota Baru, apalagi sebagian masyarakat pemilik lahan tidak bersedia menghibahkan lahannya untuk dipakai,” ungkap Khenoki Waruwu. 

Pihak investor memang kecewa, lanjut Khenoki, akan tetapi keputusan itu dengan terpaksa memang harus ditempuh. Namun demikian, ke depan akan dipikirkan bentuk kerja sama lain yang tidak membutuhkan lahan yang sedemikian luas. 

“Investor sangat kecewa. Tapi menurut saya inilah keputusan terbaik yang harus ditempuh daripada kita janjikan ada, namun kenyataannya tidak sesuai ukuran lahan yang dibutuhkan,” ungkapnya. 

Bantah Isu di Medsos 

Dibagian lain keterangannya, Khenoki menepis isu yang berkembang di media sosial yang menyebabkan pembatalan kerja sama tersebut disebabkan adanya permintaan sejumlah dana kepada pihak investor. 

“Itu tidak benar. Bahkan Pemkab selalu memfasilitasi setiap pertemuan dan mempermudah proses kegiatan investor lakukan survey lokasi dan beberapa kegiatan lainnya,” kata Khenoki. 

Khenoki meminta kepada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk tidak menyebarkan isu dan memprovokasi masyarakat agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama 

“Saya minta masyarakat tetap tenang dan selalu mendukung kebijakan dari Pemerintah Kabupaten guna mewujudkan Nias Barat Berdaya,” pintanya. (red)

  • Bagikan