Di Kota Blitar, Cabai Asal China Banjiri Pasar

  • Bagikan

BERITA9, BLITAR – Sejak satu bulan terakhir cabai impor dari Cina, India, dan Thailand sudah mulai merambah pasar-pasar tradisional di Kota Blitar. Cabai impor ini untuk menyiasati permintaan yang sangat tinggi disaat harga cabai lokal melangit.

“Sudah satu bulan terakhir cabai impor masuk, masih dalam tahap pengenalan, karena cabai lokal mahal, harusnya laku,” ungkap Erin, salah satu pedagang cabe di Pasar Legi Kota Blitar, Sabtu (25/2).

Untuk harga cabai kering tanpa tangkai, ia menjual dengan harga Rp 70-80 ribu, sedangkan cabai kering dengan tangkai dijual Rp 60 ribu per kilogramnya. Dia mengatakan, pelanggan terutama pedagang makanan dan pengusaha sambel pecel minta didatangkan cabai impor yang harganya lebih murah.

Cabai impor dari Cina memiliki warna yang lebih tajam dibandingkan dengan dari india. Cabai kering impor ini tidak seperti cabai kering lokal yang pada umumnya rusak karena dijemur. “Kalau cabai ini dioven jadi warnanya tetap bagus dan tidak rusak,” tambahnya.

“Ngirimnya dari Surabaya seminggu dua kali, ini kan cabai sudah kering jadi awet bisa bertahan sampai satu tahun. Tapi saya ambil dikit-dikit, takutnya ambil banyak terus harga cabai lokal normal, rugi saya,” jelas penjual cabe lainnya.

Selain melayani pembeli dari Blitar , dia juga mengirimkan cabai import tersebut ke wilayah Tulungagung , Trenggalek hingga ke Madiun.

Para pembeli mengaku, membeli cabai impor karena harganya yang lebih murah, sehingga dapat menekan pengeluaranya untuk belanja. Meski demikian, ia berharap harga cabe lokal kembali normal dan dapat dijangkau masyarakat.(red/hrs)

Penulis; Ridho

Petani cabai di China sedang melakukan panen untuk di ekspor ke Indoensia (foto china daily)
  • Bagikan