oleh

Darurat, Jembatan Jalan Desa Sletreng Situbondo Ambrol

BERITA9, SITUBONDO – Lambannya penanganan dari Pemerintah Kabupaten Situbondo menangani ambrolnya jalan Desa Sletreng Kecamatan Arjasa, membuat masyarakat geram.

Untuk menghindari jatuhnya korban jiwa, warga sekitar memasang pohon pisang di badang jalan, sebagai tanda adanya jalan ambrol.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekitar, agar warga pengguna jalan tidak terperosok dan terjatuh.

Jalan yang ambrol itu merupakan penghubung jalan dusun Sumber Bunga dan Corah Saleh.

Ambrolnya jembatan penghubung antar Dusun itu, diketahui sudah kurang lebih dua bulan lamanya, namun tetap dibiarkan begitu saja.

“Sudah lama pak, kesulitan melintas untuk roda empat, harus mepet kepembatas jembatan, padahal Kepala Desanya dan Kepala Dusunnya sering lewat sini,” ungkap Umri warga sekitar, Senin (12/10/2020).

Lambannya penanganan Pemerintah Kabupaten Situbondo membuat badan jalan selebar 2,5 meter, semakin sempit, lantaran disebagian jalan ambrol, kendaraan roda empat harus ektra hati hati agar tidak membentur pembatas jembatan.

Saat dikonfirmasi BERITA9, Taufik Kepala Desa Sletreng menjelaskan, pihaknya sudah melaporkan kerusakan jalan tersebut ke Dinas PUPR Situbondo, ia tidak berani mengambil tindakan lantaran bukan kewenangannya

“Saya sudah sampaikan ke Kepala PUPR Situbondo, katanya hari senin mau menurunkan Kabidnya, tapi sampai sekarang masih belum, kami mau bertindak takut menyalahi aturan,” kata Taufik kepada BERITA9, Senin (12/10/2020).

Permintaan warga sekitar agar secepatnya ditangani, mengingat jalan tersebut adalah jalan penghubung yang padat dilalui masyarakat, baik menuju pesantren dan akses jalan untuk perekonomian warga.

Selain itu, warga juga meminta, agar dibangun juga saluran irigasi menuju lokasi jembatan ambrol tersebut, gorong gorong jembatan yang sempit dan dangkal sering tersumbat. (red)

Reporter Situbondo: Sutikno

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

News Feed