17 Tahun Mengabdi di Pemkab Sula, Tenaga Honorer ini Dipecat

  • Bagikan
Sarbanun Umage 17 tahun menjadk tenaga honorer di Pemkab Kepulauan Sula, Maluku Utara. (Foto Istimewa)

BERITA9, MALUKU UTARA – Sarbanun Umage hanya bisa mengurut dada mengetahui dirinya dipecat pasangan Bupati Kepulauan Sula, Maluku Utara Fifian Adeningsi Mus dan Wakil Bupati M. Saleh Marasabessy yang baru menjabat usai menjuarai Pilkada Maluku Utara beberapa waktu lalu.

Dari kabar yang diterima Sarbanun, katanya Pemkab Kepulauan Sula tidak memiliki cukup anggaran untuk membayar gaji tenaga honorer yang jumlah ratusan jiwa itu.

Sarbanun bercerita, ia telah menjadi tenaga honorer di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sejak tahun 2004 alias kurang lebih sudah 17 tahun lamanya.

“Saya honor di Dispora ini cukup lama, dari tahun 2004 sampai 2021. Saya mengabdi dari masa pemerintahan AHM (Bupati Ahmad Hidayat Mus, red) sampai Ningsih, baru kali ini saya diberhentikan dengan alasan yang tidak jelas,” kata Sarbanun, Selasa (30/11/2021).

Diakuinya, saat mengikuti tes tenaga honorer agar diangkat menjadi pegawai negeri sipil, ia tidak lulus. Sedangkan beberapa kawannya yang satu kantor banyak yang lulus. Namun saat pengumuman kelulusan namanya tidak ada dalam daftar.

“Untuk tahapan tesnya saya ikut semua. Terus saya ke kantor untuk mengecek pengumuman, padahal sudah ada teman-teman tes yang berkantor dan ternyata nama saya tidak ada,” ujarnya.

Sarbanun berharap, Bupati dan Wakil Bupati dapat menyikapi permasalahan tenaga honorer di Kabupaten Kepulauan Sula saat ini dengan bijak.

Namun ada keterangan berbeda yang disampaikan suami Sarbanun, Kaidat Umamit, mengaku dirinya pernah menemui Wakil Bupati untuk memastikan alasan istrinya diberhentikan.

“Terus Pak Wakil menelepon Kadispora dan Kadispora menjelaskan bahwa Pilkada kemarin saya dan istri adalah lawan. Nah ini kan kan lucu, hasil penyampaian ke istri saya lain, ke Wabup lain,” ujarnya.

Sebelum menemui Wakil Bupati, Kaidat beberapa kali ke Istana Daerah berharap bisa bertemu Bupati untuk menyampaikan hal tersebut. “Saya harap Bupati dan Wabup dapat mengevaluasi Plt Kadispora agar lebih profesional dan efisien dalam bekerja,” tukas Kaidat.

Hingga berita ini naik tayang Wakil Bupati M. Saleh Marasabessy atau Kadispora Sarni Fokatea tidak bisa dihubungi. (*)

  • Bagikan