oleh

Curhatan Kompas Sumberagung Atas Keberadaan PT BSI

BERITA9, BANYUWANGI – Slamet Riyanto, Ketua Komunitas Pemuda Sumberagung (Kompas), menyebut bahwa sejak berdiri tambang emas, banyak perubahan positif sektor pembangunan dikampung halamannya.

Diantaranya pemasangan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) sebanyak 36 titik, mulai dari ruas jalan Desa Sumberagung sampai Desa Sumbermulyo. Dan itu dianggap sangat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“PT BSI telah memberi manfaat kepada masyarakat ring 1, dan itu bisa dirasakan,” katanya, Kamis (5/3/2020).

Tak hanya itu, lanjut Rian Kompas, sapaan akrab Slamet Riyanto, pembangunan yang sangat memberi kesan pada masyarakat juga termasuk perbaikan portal dijalan masuk Desa Sumberagung. Padahal sebelumnya kondisi portal sangat tidak layak dan cukup berbahaya bagi pengguna jalan. Warga pun sudah berulang kali mengajukan perbaikan ke pemerintah daerah dan belum mendapat respon.

“Pembangunan pun itu dibiayai PT BSI,” ucapnya.

Baca Juga : Pertokoan Pasar Mimbaan Kawasan Blok A.26 Terbakar

Disamping masih banyak lagi pembangunan infrastuktur lain, Corporate Social Responsibility (CSR) PT BSI, juga diakui memiliki peranan dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena juga menyasar bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan.

Berbagai manfaat yang telah diterima dan dirasakan kalangan wong cilik itulah yang membuat Rian bersama puluhan anggota Kompas, selalu menjaga hubungan baik dengan pihak PT BSI.

“Kompas ada di Sumberagung untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” cetusnya.

Dari latar belakang itulah, pemuda yang juga artis lokal Bumi Blambangan ini bersama anggotanya, beberapa kali terlihat pasang badan terhadap situasi yang berpotensi merugikan masyarakat. Salah satunya ketika terdapat gerombolan warga yang melakukan penghadangan terhadap kendaraan logistik PT BSI seperti di pertigaan Lowi, Desa Sumberagung, Rabu malam kemarin (4/3/2020).

Baca Juga : SK Bupati Banyuwangi : Kawasan Perkebunan PT Bumi Sari Hanya Ada di Desa Bayu, Songgon

“Kami hanya ingin suasana masyarakat disini kondusif, kami tidak menghalangi aksi protes kelompok masyarakat lain. Tapi kami berharap aksi bisa dilakukan ditempat yang tidak mengganggu aktivitas warga lainnya,” ulas Rian.

Disisi lain, lanjutnya, aksi di pertigaan Lowi, dinilai akan mencoreng hubungan baik Kompas dengan PT BSI. Disebutkan, selama ini komunitas yang bermarkas di RT 1, RW 1, Dusun Rejoagung, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran ini sering berkolaborasi dengan perusahaan tambang emas anak perusahaan PT Merdeka Copper Gold, Tbk. Khususnya dalam program mendorong percepatan pembangunan, pemberdayaan dan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga : PT. IGG Pertanyakan Legalitas PPG Banyuwangi

“Masyarakat harus bisa memahami bila ingin mendapatkan CSR PT BSI memang harus melalui prosedur dan tahapan administrasi. Dan tidak mungkin bantuan secara personil bisa didapatkan,” ungkapnya.

Dari berbagai manfaat yang didapat dari PT BSI itulah yang membuat Kompas semakin optimis akan keberadaan PT BSI di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi. Dan mereka berkomitmen akan terus menjaga hubungan baik demi kemajuan kampung halaman. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed