oleh

Beredar Video Duel Massa GMBI Banyuwangi VS Warga Sumberagung

BERITA9, BANYUWANGI – Kembali, video LSM GMBI Banyuwangi, beredar di media sosial. Kali ini yang ramai jadi buah bibir adalah video bentrokan antara massa GMBI Bumi Blambangan dengan masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Dalam rekaman kedua belah pihak terlihat saling adu jotos ditengah jalanan desa. Kedua kubu nampak leluasa saling serang.

Menurut Ketua Komunitas Pemuda Sumberagung (Kompas), Slamet Riyanto, insiden tersebut terjadi pada Minggu pagi kemarin (8/3/2020). Lokasi disekitar pertigaan Lohwi, Dusun Silirbaru, Desa Sumberagung.

Baca Juga : Demo Tolak Tambang PT BSI di Pemprov Jatim Dianggap Hanya Catut Nama Warga Pancer

Berawal dari aksi blokade jalan yang dilakukan gerombolan LSM GMBI, pada Sabtu malam (7/3/2020), dipertigaan Lohwi. Karena penutupan paksa akses jalan dilakukan mulai Sabtu malam sekitar pukul 21.00 WIB hingga Minggu pagi, jalur menuju pantai wisata Pulau Merah pun macet.

Bukan hanya aktivitas kendaraan logistik PT Bumi Suksesindo (PT BSI) saja yang lumpuh. Tapi kegiatan masyarakat Desa Sumberagung pun terganggu.

“Akhirnya kami bersama warga Pancer, mendatangi mereka (massa LSM GMBI Banyuwangi), kita minta untuk tidak memblokade jalan,” kata Rian, sapaan akrab Slamet Riyanto, Senin (9/3/2020).

Baca Juga : Proyek Pamsimas III & KKM Tahun 2018 Desa Sumberejo Banyuputih Mangkrak

Menghindari kesalah pahaman, masyarakat Desa Sumberagung, juga menjelaskan kepada massa GMBI bahwa mereka tidak melarang aksi unjukrasa atau demonstrasi. Tapi hanya meminta untuk tidak dilakukan dengan memblokade jalan desa. Selain merugikan masyarakat luas, jalan yang ditutup adalah jalur menuju pantai wisata Pulau Merah dan Pantai Mustika. Dua destinasi wisata unggulan di Banyuwangi.

“Kita sampaikan bahwa kami memahami bahwa unjukrasa atau demonstrasi itu hak warga negara dan dilindungi Undang-Undang, harapan kami unjukrasa GMBI itu bisa dilakukan sesuai prosedur,” ucapnya.

Kepada masyarakat, kawanan GMBI Banyuwangi, yang dipimpin langsung Subandi, mengaku bahwa aksi mereka adalah buah kekecewaan kepada Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas. Karena selama demo tolak tambang emas PT BSI, massa GMBI tidak jua ditemui sang bupati.

Baca Juga : Oknum LSM GMBI Dilaporkan MPM Finance ke Polresta Banyuwangi

“Menurut kami, jika memang mau demo tambang, silahkan demo didepan tambang, atau demo didepan kantor bupati, katanya kan kecewa dengan bupati, jangan menutup paksa jalan desa kami, mereka kan bukan warga sini, jangan buat kegaduhan dikampung kami,” cetus Rian.

Namun bukannya mendapat sambutan baik. Yang muncul justru perdebatan. Disebut berlagak kayak preman, massa GMBI Banyuwangi, malah mengajak adu argumen. Karena GMBI tetap ngotot untuk terus menutup akses jalan desa, emosi warga yang didominasi pemuda pun tersulut. Forum terbuka tanpa pengamanan petugas kepolisian itu pun berubah menjadi ajang tarung bebas.

Warga Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran dan massa GMBI Banyuwangi, saling serang. Dikabarkan satu anggota GMBI Banyuwangi, mengalami luka dalam bentrok dijalanan desa tersebut.

“Warga disini marah karena merasa terganggu, jalan desa ditutup seenaknya oleh GMBI,” imbuh Narto, warga Dusun Pancer, Desa Sumberagung.

Informasi dilapangan, aksi tutup jalan di Desa Sumberagung, selama semalam suntuk oleh anggota LSM GMBI Banyuwangi, dibawah komando langsung si Ketua, Subandi, dilakukan tanpa pemberitahuan ke Polsek Pesanggaran atau pun Polresta Banyuwangi. Untung saja tidak ada warga yang menjadi korban dalam duel massal tersebut.

Belum ada keterangan resmi dari pihak Polresta Banyuwangi, atas aksi blokade jalan desa Sumberagung, selama semalam suntuk yang dilakukan LSM GMBI setempat. Meskipun demo tersebut dikabarkan tanpa melalui prosedur yang berlaku.

Dan terkait aksi yang membuat resah dan marah masyarakat Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, hingga kini Ketua GMBI Banyuwangi, Subandi, belum bisa dikonfirmasi. (red)

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed