oleh

Begini Reaksi Ketua Aspamin Banyuwangi Terkait Pernyataan Dewan Pembina AAMBI

BERITA9, BANYUWANGI – Pernyataan Dewan Pembina Asosiasi Armada Banyuwangi (AAMBI), Ridwan, yang menyebut bahwa hampir semua tambang galian C di Bumi Blambangan ilegal langsung direspon sejumlah pihak. Salah satunya Ketua Asosiasi Pengusaha Mineral (Aspamin), H Abdillah Rafsanjani.

Kampanye BERITA9 melawan virus covid-19

“Jika tuduhan Ridwan benar menurut hukum berarti Kapolresta Banyuwangi dan Pemda Banyuwangi, selama ini telah melakukan pembiaran,” katanya, Selasa (28/4/2020).

Baca Juga : Soal Somasi Normalisasi Ilegal Dam Takir, AAMBI Ancam Serbu Markas Pemuda Pancasila Banyuwangi

Dan sebagai tanggung jawab atas ucapan, Ridwan diminta untuk membuktikan mana tambang galian C yang legal dan mana yang ilegal.

“Kami beri waktu 3 X 24 jam, jika Ridwan tidak bisa membuktikan, maka kami akan menempuh jalur hukum,” cetusnya.

Kecuali jika pria yang mengancam akan menyerbu markas Pemuda Pancasila tersebut bersedia meminta maaf kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Baca Juga : Meski Sudah Ditutup Satpol PP, Normalisasi Sungai Dam Takir Desa Balak Tetap Beroprasi

Reaksi Ketua Aspamin ini memang cukup beralasan. Selain dinilai menyakitkan, pernyataan Dewan Pembina AAMBI tersebut juga dianggap telah mencoreng citra baik masyarakat. Serta nama harum Kabupaten Banyuwangi.

“Masak warga Banyuwangi, bangun masjid, pondok pesantren, gedung pemerintah dan lainnya, pakai pasir ilegal,” katanya.

Baca Juga : Hari Pertama PSBB, Sidoarjo-Surabaya Macet Parah

“Setahu kami, masyarakat Banyuwangi juga taat hukum,” imbuh Abdillah.

Sementara itu, terkait rencana laporan Aspamin, Dewan Pembina AAMBI, Ridwan, menolak berkomentar. (Red)

Laporan: Joko Prasetyo/ Ahamad Sahroni.

loading...

News Feed