Begini Jawaban KONI Banyuwangi Terkait Bendera Merah Putih Berlingkar Silver

  • Bagikan

BERITA9, BANYUWANGI – Sebuah insiden memalukan terjadi di Banyuwangi. Saat upacara pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab 1) Banyuwangi di Stadion Diponegoro, bendera merah putih yang dibawa sekelompok pengusung, ternyata ternoda dengan warna silver ditengahnya, Ahad (9/9/2018).

Insiden ditanggapi Humas KONI Banyuwangi, Ribut Puryadi, bahwa bendera yang digunakan para pemain drumband saat itu bukanlah bendera negara, melaikan hanya sebuah bendera pagelaran.

“Jangan salah menafsirkan, itu hanyalah bendera pagelaran dengan ukuran bujur sangkar 240 cm,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ribut menerangkan bila KONI Banyuwangi, sebagai lembaga otoritas keolahragaan wilayah Banyuwangi, sangat memahami aturan UU No 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

“Dalam Undang-Udang, apa yang disebut tentang Bendera Negara kan aturannya sudah jelas, jadi tidak mungkin kita melanggarnya,” lanjutnya.

Hal senada juga disampaikan Sutopo, selaku ketua seksi acara Porkab tersebut. Dia mengatakan bila perlu diketahui bersama, jika pada acara Porkab saat itu, panitia dibagi 2, yaitu panitia penyelenggara dan panitia kepgrafi acara pegelaran.

Kemudian, lanjut Sutopo, bendera dalam pagelaran itu bukanlah Bendara Negara Republik Indonesia, melainkan bendera hiburan Drum Band yang dipadukan dalam pagelaran dengan diiringi lagu benderaku. “kami mengerti aturan penggunaan bendera negara yang benar,” tegasnya.

Selain itu, Didik Hermansyah, selaku Panitia seksi acara Panggelaran juga menerangkan bila bendara berwarna merah, silver, dan putih itu adalah bendera drumband.

“Dalam pagelaran drumband saat itu, dengan menggunakan bendera 3 warna tersebut, sebagai ilustrasi dan keografi perpaduan Drum Band dengan lagu Benderaku,” bebernya. (red)

Laporan : Joko Prasetyo

  • Bagikan