oleh

8 Hal Yang Wajib Ditaati Selama PSBB di Jakarta

BERITA9, JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah virus corona sudah mulai berlaku di Jakarta. Aturan ini berlaku dari 10 April 2020 selama 14 hari ke depan.

Dalam Pergub DKI Jakarta yang diterbitkan Anies Baswedan, ada sejumlah ketentuan mengenai PSBB. Sejumlah kegiatan dibatasi, mulai dari sekolah, kantor, tempat ibadah, hingga transportasi.

Namun, tak semua dilarang. Masih ada sejumlah hal yang tetap beroperasi, meski dengan sejumlah persyaratan.

Berikut 10 poin mengenai pembatasan apa saja yang terjadi selama PSBB di Jakarta:

(1) Sekolah/Kampus

Kegiatan di sekolah atau lingkungan pendidikan dihentikan sementara. Pembelajaran dilakukan di tempat tinggal masing-masing dengan metode pembelajaran jarak jauh secara daring.

Sekolah Menengah Umum Negeri di Jakarta Selatan (Foto dok BERITA9)

Namun, lembaga pendidikan, pelatihan, penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan tetap bisa beroperasi sebagaimana biasa.

Selama masa PSBB ini, penanggung jawab sekolah dan institusi pendidikan lainnya tetap wajib mencegah penyebaran virus corona di lingkungan sekolah.

Ketentuan mengenai sekolah/kampus ini diatur dalam Pasal 6, 7, 8 Pergub DKI Jakarta.

(2) Kantor

Sama seperti sekolah atau kampus, kegiatan di tempat kerja pun dihentikan sementara. Kegiatan bekerja dilakukan di tempat tinggal masing-masing atau work from home. Namun, ada kantor yang masih diperbolehkan untuk beroperasi, yakni:

Perkantoran di Gedung Jakarta Islamic Center Jakarta Utara (Foto: HWI/BERITA9)

(1) Kantor Pemerintahan, pusat maupun daerah

(2) Kantor Perwakilan Negara Asing dan/atau Organisasi Internasional

(3) BUMN/BUMD

(4) Pelaku usaha di sektor:

Kesehatan, Bahan pangan/makanan/minuman, Energi, Komunikasi dan Teknologi Informasi, – Keuangan- Logistik- Hotel- Konstruksi

Meski kantor-kantor yang disebut di atas masih boleh beroperasi, tapi pegawainya yang memiliki kondisi kesehatan tertentu, diatur untuk bekerja dari rumah. Mereka yakni:

– Penderita tekanan darah tinggi- Pengidap penyakit jantung- Pengidap diabetes- Penderita penyakit paru-paru- Penderita kanker- Ibu hamil – Berusia lebih dari 60 tahun

Bila kemudian di suatu tempat kerja ditemukan karyawan dengan status Pasien Dalam Pengawasan, maka aktivitas kantor itu harus dihentikan paling sebentar 14 hari kerja. Tempat kerja itu pun harus dievakuasi dan disemprot disinfektan.

Penghentian sementara dilakukan hingga proses evakuasi dan penyemprotan disinfektan, serta pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan isolasi orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan karyawan yang terpapar telah selesai.

Ketentuan soal tempat kerja diatur dalam Pasal 9 dan 10 Pergub DKI.

(3) Tempat Ibadah

Tempat ibadah menjadi salah satu yang aktivitasnya dihentikan sementara. Ibadah dilakukan di tempat tinggal masing-masing.

Gereja Protestan dan Masjid Al Muqarrabien yang berdiri berdampingan di Jakarta Utara (Foto: HWI/BERITA9)

Meski demikian, kegiatan penanda waktu ibadah seperti azan, lonceng, dan/atau penanda waktu lainnya dilaksanakan seperti biasa.

Ketentuan soal tempat ibadah diatur dalam Pasal 11 dan 12 Pergub DKI.

(4) Keluar Rumah

Pada hakikatnya, PSBB ini membatasi aktivitas warga di luar rumah. Selain untuk hal-hal yang dikecualikan di atas, masyarakat hanya dibolehkan ke tempat umum untuk dua hal:

(1) Pemenuhan kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari

(2) Olahraga

Olahraga yang dimaksud pun harus dilakukan secara mandiri, tidak berkelompok. Serta, dilakukan di area sekitar rumah.

Ketentuan mengenai hal tersebut diatur dalam Pasal 13 dan 15 Pergub DKI.

(5) Pasar, Swalayan, dan Warung

Guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat, sejumlah tempat umum pun masih diperbolehkan buka, yakni:

– Pasar- Swalayan- Toko Kelontong- Jasa Penatu (laundry)

Pasar tradisinal di Jakarta (Foto dok BERITA9)

Meski demikian, ada sejumlah ketentuan yang harus patuhi pelaku usaha tersebut. Termasuk di antaranya:

– Diutamakan pemesanan secara daring dengan layanan antar

– Tidak menaikkan harga barang

– Memantau suhu tubuh karyawan yang bekerja maupun konsumen

– Memberi jarak antar konsumen paling sedikit 1 meter

– Mewajibkan karyawan memakai pakaian kerja sesuai pedoman kesehatan kerja

– Menyediakan fasilitas cuci tangan

Selain mengenai soal pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tempat pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat juga tetap dibuka. Meliputi kegiatan penyediaan, pengolahan, penyaluran dan/atau pengiriman:

a. bahan pangan/makanan/minuman;

b. energi;

c. komunikasi dan teknologi informasi;

d. keuangan, perbankan dan sistem pembayaran; dan/atau

e. logistik.

Ketentuan mengenai hal tersebut diatur dalam Pasal 14 Pergub DKI.

(6) Khitan, Nikah, Pemakaman

PSBB juga mencakup penghentian kegiatan sosial budaya yang mengumpulkan banyak orang. Meliputi kegiatan politik, olahraga, hiburan, akademik, dan budaya.

Namun ada 3 kegiatan sosial budaya yang dikecualikan, yakni khitan, nikah, dan pemakaman. Meski demikian, tetap ada ketentuan yang berlaku terkait ketiga kegiatan itu.

Ketentuan khitan:

a. dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan;

b. tamu dibatasi;

c. meniadakan acara perayaan yang mengundang keramaian; dan

d. menjaga jarak antar pihak yang hadir paling sedikit dalam rentang 1 meter.

Ketentuan nikah:

a. dilakukan di KUA dan/atau Kantor Catatan Sipil;

b. tamu dibatasi;

c. meniadakan acara resepsi pernikahan yang mengundang keramaian; dan

d. menjaga jarak antar pihak yang hadir paling sedikit dalam rentang 1 meter.

Ketentuan pemakaman yang bukan karena COVID-19:

a. dilakukan di rumah duka;

b. tamu dibatasi; dan

c. menjaga jarak antar pihak yang hadir paling sedikit dalam rentang 1 meter.

Ketentuan mengenai hal tersebut diatur dalam Pasal 16 dan 17 Pergub DKI.

(7) Kendaraan Pribadi

Dalam ketentuan PSBB, kendaraan pribadi seperti mobil dan motor masih diperbolehkan untuk digunakan. Namun hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok atau kebutuhan sehari-hari, serta kegiatan lain yang dibolehkan seperti bekerja.

© Disediakan oleh Kumparan Kendaraan melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Meski demikian ada ketentuan wajib dilakukan dalam penggunaan mobil dan motor pribadi. Berikut aturannya:

Mobil

– Melakukan disinfeksi setelah digunakan

– Maksimal diisi separuh dari kapasitas mobil

– Semua yang berada di mobil memakai masker

– Tidak boleh berkendara bila suhu tubuh tinggi atau sakit

Motor

– Melakukan disinfeksi setelah digunakan

– Memakai masker dan sarung tangan

– Tidak boleh berkendara bila suhu tubuh tinggi atau sakit

Khusus untuk motor tidak diatur mengenai aturan penumpang sebagaimana diatur untuk mobil.

Ketentuan mengenai hal tersebut diatur dalam Pasal 18 Pergub DKI.

(8) Ojol

Selama PSBB di Jakarta, ojek online atau ojol tetap bisa beroperasi. Namun hanya untuk mengangkut barang, tidak mengangkut penumpang.

Ilustrasi ojek online. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Ilustrasi ojek online. Foto: dok BERITA9

Ketentuan mengenai hal tersebut diatur dalam Pasal 18 Pergub DKI. Hal yang sama juga diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan terkait PSBB.

Larangan Berkumpul

Kata dilarang dalam Pergub DKI soal PSBB hanya ditemukan ada satu. Yakni terkait larangan berkumpul di tempat umum

Masyarakat dilarang berkumpul lebih dari 5 orang saat berada di tempat umum.

Ketentuan itu termuat dalam Pasal 13 ayat (1), yang berbunyi:

(1) Selama pemberlakuan PSBB, penduduk dilarang melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari 5 (lima) orang di tempat atau fasilitas umum.

Pergub DKI Jakarta tentang PSBB pun memuat pasal soal sanksi, yakni Pasal 27 yang berbunyi:

Pelanggaran terhadap pelaksanaan PSBB dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk sanksi pidana.

loading...

News Feed