oleh

4 Pemuda Dikeroyok Saat Ikut Patrol Sahur Keliling

BERITA9, BANYUWANGI – Empat orang pemuda peserta patrol sahur di Banyuwangi dikeroyok puluhan jagoan kampung di Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, Kecamatan Purwoharjo.

Para korban yakni Heru Andika Putra, FX Frandi Utama dan Khorik Kurniatama. Ketiganya warga Desa Kaliploso, Kecamatan Cluring dan satu lagi, Wahyu Triyoga Mustika, asal Desa Plampangrejo, Kecamatan Cluring.

Informasi dilapangan, insiden yang terjadi pada Minggu dini hari (3/5/2020), bermula dari kegiatan patrol sahur. Heru beserta teman-temannya adalah peserta iring-iringan kendaraan bermotor, dibelakang mobil sound system. Rute yang dilalui mulai dari Cluring, Jajag, Bangorejo, Kedungrejo, Karetan dan Jatirejo.

Sesampai diwilayah Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, disitulah aksi kekerasan terjadi. Tepatnya saat barisan motor peserta patrol sahur, sampai disekitar Balai Desa Glagahagung. Tiba-tiba mereka diserang oleh pemuda setempat. Mengetahui ada kawan yang dianiaya, akhirnya Heru, Frandi, Khorik dan Wahyu berbalik arah.

Maksud hati untuk melerai, namun yang terjadi, keempat pemuda langsung menjadi sasaran pengeroyokan puluhan jagoan kampung di Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung.

Akibatnya, Heru mengalami luka bocor dibagian kepada dan harus mendapat 6 jatihan. Frendi dan Khorik menderika luka lebam dimata kiri dan luka-luka. Sedang Wahyu cidera bocor dibagian kepala dan harus mendapat 3 jahitan.

“Setelah dikeroyok, kami langsung ke Klinik Pratama Mitra Keluarga, Tegaldlimo, disitu kami didatangi orang yang mengaku sebagai Kepala Dusun Jatirejo dan orang bernama Juni, mereka meminta maaf atas pengeroyokan yang kami alami,” kata Heru, Selasa (19/5/2020).

Aksi brutal itu akhirnya meraka laporkan ke Polsek Purwoharjo para korban diminta untuk menjalani Visum di Puskesmas Purwoharjo.

“Kami hanya ingin meminta keadilan. Dan kami meminta para pelaku pengeroyokan bisa dihukum sesuai aturan yang berlaku,” cetus Frendi.

Kanit Reskrim Polsek Purwoharjo, Ipda Agus Suhartono, membantah jika pihaknya telah menerima laporan terkait aksi pengeroyokan yang dilakukan puluhan jagoan kampung di Dusun Jatirejo, Desa Glagahagung, terhadap para pemuda peserta patrol sahur. Namun dia mengakui jika para korban sudah mengadu ke SPKT Polsek Purwoharjo.

“Memang sudah ke SPKT, namun belum dibuatkan laporan karena kita memdahulukan visumnya,” katanya. Menurutnya, kebijakan mendahulukan Visum dilakukan mengingat para korban baru mengadu 4 hari setelah kejadian.

“Luka sudah kering, cepat-cepat tak suruh visum,” cetus Agus.

Dan terkait permintaan surat pengaduan ulang, masih Agus, karena sebelumnya para korban dinilai belum pernah membuat pengaduan. Meskipun keterangan para korban telah dicatat sebagai pengaduan oleh petugas SPKT Polsek Purwoharjo.

“Jadi selama 2 minggu tidak ada tindakan itu bukan pembiaran. Tapi kita mau menghubungi (para korban) tapi tidak punya nomor teleponnya. Tadi malam sempat cari surat pengaduan tapi juga tidak ada,” ungkapnya.

Laporan: Joko Prasetyo

loading...

News Feed