oleh

Terinspirasi Ketua DPD RI, Pemuda Pancasila Banyuwangi Serukan Kecam Parodi Lagu Indonesia Raya di Kantor Pemerintahan

BERITA9, BANYUWANGI – Puluhan kader MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, mendatangi kantor pemerintahan setempat, Selasa (29/12/2020). Mereka terinspirasi sikap tegas Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, dalam mengutuk keras kemunculan parodi lagu Indonesia Raya.

Pertama, ormas loreng hitam oranye melurug kantor DPRD Banyuwangi. Disitu massa langsung disambut oleh Ketua DPRD Banyuwangi, I Made Cahyana Negara.

“Parodi lagu Indonesia Raya sangat melecehkan martabat bangsa Indonesia, kami datang kesini meminta wakil rakyat untuk meneruskan aspirasi kami ke pemerintah pusat, kami mengutuk keras, kami mendesak pelaku ditangkap dan diproses hukum,” ucap Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, Zamroni SH.

Pernyataan tersebut disambut baik oleh Made, sapaan akrab I Made Cahyana Negara. Didepan massa, dia mengaku sepakat dengan sikap Pemuda Pancasila Banyuwangi.

“Kami sepakat, fenomena ini tidak bisa dibiarkan. Lagu tersebut sangat melecehkan simbol – simbol kedaulatan bangsa Indonesia,” tegas Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi ini.

Sikap yang sama juga dilontarkan Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto. Menurutnya, reaksi spontanitas Pemuda Pancasila atas kemunculan parodi lagu Indonesia Raya, patut didukung dan diteladani. Karena merupakan salah satu wujud rasa Nasionalisme serta kecintaan terhadap NKRI.

“Bersama Pemuda Pancasila serta seluruh rakyat Banyuwangi, kami mengecam dan mengutuk keras kemunculan parodi lagu Indonesia Raya,” kata pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini.

Sebelum meninggalkan kantor wakil rakyat, rombongan kader Pemuda Pancasila Banyuwangi, melakukan ikrar bersama. Yang isinya mengutuk keras kemunculan unggahan parodi lagu Indonesia Raya yang dilakukan oleh akun Youtube berbendera Malaysia, ‘My Asean’.

Selanjutnya massa menuju kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuwangi. Namun sayang, Sekda Banyuwangi, Ir Mujiono, tidak menemui para kader Pemuda Pancasila. Dia hanya menyampaikan pesan melalui salah satu petugas Satpol PP yang berjaga, bahwa sedang ada rapat.

“Sebenarnya kami telah janjian, tapi entah kenapa tiba – tiba Pak Sekda tidak mau menemui kami,” keluh Zamroni.

Kepada awak media, Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuwangi, mengaku kecewa dengan perlakuan Sekda. Karena fenomena kemunculan parodi lagu Indonesia Raya, adalah masalah yang sangat penting dibanding masalah apa pun yang ada di Indonesia.

“Hari ini bangsa Indonesia dilecehkan, kami sangat menyayangkan sikap cuek Sekda terhadap permasalahan ini. Karena hari ini rasa nasionalisme kita dituntut oleh ibu pertiwi,” ungkap mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) tersebut.

Seperti diketahui, akun Youtube ‘My Asean’ telah memposting parodi lagu Indonesia Raya. Oleh akun yang diduga milik warga Malaysia tersebut seluruh lirik dalam lagu diubah. Kata-kata yang digunakan pun berisi ejekan yang melecehkan dan provokatif. Semua dilantunkan diiringi lagu Indonesia Raya secara instrumental.

Dalam lirik parody lagu Indonesia Raya disebut kata Neraka Dunia, Bangsat, Jahanam hingga kata Pelacur.Nama Presiden Jokowi pun turut dicatut, namun diganti menjadi ‘Jokoko’. Begitu juga nama sang Proklamator Republik Indonesia, Soekarno, ikut dibawa-bawa dengan sebutan ‘Soekaporno’. Video tersebut berlatar bendera Merah Putih serta menampilkan lambang Garuda Pancasila yang ditempeli gambar babi.

Berikut ini adalah lirik parodi lagu Indonesia Raya, yang diunggah akun Youtube berbendera Malaysia, ‘My Asean’ :


Indognesial Kesialanku
Bangsat dan Kemunduran
Disanalah Neraka Dunia
Jadi Pandu Rakyatnya
Indognesial Kesialanmu
Bangsat dan Kecuranganmu
Marilah Kita Semua
Ucapkan Indognesial
Matilah Jokoko
Mampuslah SoekaPORNO
Amanlah di Neraka
Bangsatlah Rakyatmu
Hinalah Negerimu
Untuk Indognesial Jahanam
Indognesial Cair
Melacur !! Pelacur !!
Mundurlah Kamu Selamanya !!
Indognesial Sial
Jahanam Jahanam
Majulah Tuju ke Neraka. (red).

loading...

News Feed