oleh

Terdampar di Merak, Puluhan Warga Majalengka Berhasil di Evakuasi

BERITA9, MERAK, BANTEN – Pemerintah Kabupaten Majalengka berhasil mengevakuasi 27 orang warganya yang terdampar di Pelabuhan Merak, Banten akibat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diwilayah itu.Mereka yang dievakuasi kebanyakan bekerja sebagai buruh di Provinsi Aceh.

Selama kurun waktu lima hari dalam perjalanan pulang, mereka selalu dihadang petugas yang tengah menerapkan PSBB di sejumlah lokasi di Pulau Sumatera.

Bupati Majalengka, Karna Sobahi, yang mendapat informasi keberadaan warganya langsung memerintahkan Gugus Tugas Percepatan Penanggangan Covid-19 Majalengka untuk melakukan penjemputan. 

Baca Juga : Asyik Pesta Kembang Api, Belasan Remaja & Puluhan Sepedah Motor Di Situbondo Diamankan Polisi

Posisi terakhir para buruh tersebut terdampar di Pelabuhan Merak Provinsi Banten.

Kepala Satpol PP Kabupaten Majalengka, Iskandar Hadi Prayitno, menyebutkan, total keseluruhan ada 28 orang. Mereka terdiri dari 27 warga Kabupaten Majalengka dan satu orang warga Kabupaten Kuningan. Mereka semua bekerja sebagai buruh dan terpaksa pulang karena kontrak kerjanya telah habis.

“Kami dari Pemkab Majalengka langsung melakukan penjemputan ke Pelabuhan Merak, Banten, menggunakan bis milik dishub dan kendaraan Dalmas Satpol PP,” ujar Iskandar, Ahad (10/5/2020).

Baca Juga : Cegah Covid -19, Komunitas Off Road Banyuwangi Bagikan Ribuan Masker

Iskandar menceritakan, saat pihaknya tiba di Pelabuhan Merak, petugas di sana sempat tidak mengizinkan puluhan warga Majalengka itu pulang sebelum dilakukan rapid tes Covid-19. Mereka juga minta diperlihatkan surat resmi dari Pemkab Majalengka.

Iskandar menjelaskan, mengenai surat resmi, pihaknya sudah mempersiapkan sebelumnya sehingga tidak ada masalah. Begitu pula dengan hasil rapid test, yang menunjukkan semua negatif. “Mereka bisa dievakuasi ke Majalengka melalui tol Cipali pada Sabtu (9/5/2020) malam,” tutur Iskandar.

Saat akan tiba di Kabupaten Majalengka, tepatnya di lokasi keluar pintu masuk Kertajati tol Cipali, mereka dilakukan pemeriksaan kembali. Hal itu sesuai dengan protokol kesehatan  tim Gugus Covid-19 Majalengka.

Usai diperiksa, mereka dialihkan ke kendaraan penjemputan oleh masing-masing pemerintah desa dimana mereka tinggal.

Sedangkan satu orang warga Kabupaten Kuningan yang ikut bersama rombongan, sempat menginap di Kantor Satpol PP Kabupaten Majalengka dan baru dijemput keesokan harinya oleh pemerintah desanya.

Baca Juga : Petani Bawang Di Situbondo, Diserang Orang Tak Dikenal

Iskandar menambahkan, para buruh yang baru pulang dari luar pulau itu ditetapkan sebagai orang dalam pemantuan (ODP), kendati hasil pemeriksaan rapid test-nya negatif. Mereka pun diwajibkan melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. (red)

Laporan : Uya Pinta

loading...

News Feed