oleh

Tentang Sumur Bor, Pengelola De Djawatan Benculuk Tantang Dilaporkan Polisi

BERITA9, BANYUWANGI – Keberadaan sumur bor untuk pemanfaatan air tanah di destinasi De Djawatan Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, diduga ilegal. Menyusul pembuatan sumur bor tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, selaku pemilik area.

“Akan saya cek,” ungkap ADM Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Nur Budi Susetya, kepada wartawan.

Atas tindakan sepihak membuat sumur bor untuk pemanfaatan air tanah, disinyalir pihak pengelola De Djawatan telah melanggar Pasal 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 51 Tahun 1960 tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya.

Baca Juga : Pemanfaatan Air Tanah De Djawatan Diduga Ilegal, Pemuda Pancasila Surati Perhutani Banyuwangi Selatan

Pengelola tanah De Djawatan Benculuk, yang berada dibawah naungan Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, juga terindikasi terang-terangan menabrak Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 yang menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Dari sini, apa yang dilakukan pihak pengelola De Djawatan Benculuk, sangat disayangkan masyarakat. Terlebih pengelola destinasi yang menawarkan eksotisme puluhan pohon trembesi raksasa peninggalan zaman Belanda ini di Ketuai oleh Bagus, yang notabene pegawai BUMN Perhutani KPH Banyuwangi Selatan sendiri.

Sementara itu, terkait air tanah, Pasal 1 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) No 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah dengan tegas menjelaskan bahwa air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. 

Sesuai bunyi Pasal 58 PP No 43 Tahun 2008 tentang Air Tanah, pengusahaan air tanah untuk keperluan bahan baku produksi, pemanfaatan potensi, media usaha dan bahan pembantu atau proses produksi, baru bisa dilakukan setelah memiliki hak guna usaha air dari pemanfaatan air tanah. Dan itu harus melalui izin Bupati.

loading...

News Feed