Soal Penyaluran BPNT Melalui Agen Tidak Resmi di Desa Parangharjo, TKSK Mengaku Sudah Pernah Menegur Tapi Agen Tetap Ngeyel

  • Bagikan
Keterangan foto: Ilustrasi BPNT.

BERITA9, BANYUWANGI – Carut marut penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui agen ilegal atau agen yang tidak ditunjuk oleh Bank BTN di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon terus menjadi buah bibir.

Saat dikonfirmasi soal tersebut Ratna Andriani, TKSK Kecamatan Songgon Kabupaten Banyuwangi menuturkan bahwa dirinya sudah mengambil beberapa langkah.

Menurutnya di Desa Parangharjo, hanya ada satu agen yang resmi ditunjuk oleh Bank BTN yaitu toko Bu Ida. Namun disitu juga ada dua agen penyalur tidak resmi (non BTN) yang memaksakan untuk tetap menyalurkan Bansos (Bantuan Sosial) BPNT.

Saya sebagai pendamping BPNT Kecamatan Songgon sudah melakukan teguran lewat telpon dan Whatsapp serta juga langsung mendatangi toko tersebut.” ungkapnya.

Kata Ratna, walupun sudah dilakukan peneguran Agen non BTN tersebut masih nekad melakukan penyaluran kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Walupun sudah dilakukan peneguran kepada agen yang tidak resmi tersebut, namun mereka tetap saja nekad dan ngeyel melakukan penyaluran BPNT,” ujarnya.

Ratna menambahkan, dirinya juga pernah memberi pemahaman bahwa yang boleh menyalurkan adalah agen resmi BTN. Tetapi mereka tetap menyalurkan.

Kita juga sudah koordinasi dengan Tikor, serta memanggil agen tidak resmi tersebut di desa bersama Pemdes, BPD, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas Parangharjo, untuk memberikan pembinaan dan teguran, tetapi mereka tetap memaksakan penyaluran.
Sedangkan kewenangan Pendamping atau TKSK sebatas memberi pembinaan, dan menegur. Berdasarkan kasus yang sudah terjadi jika ada pelanggaran seperti itu , maka pihak BTN akan mencabut EDC yang meminjamkan kepada agen yang tidak resmi tersebut. Dan itu menjadi kewenangan BTN.” Pungkasnya.

Sebelumnya, setelah beberapa orang menyikapi tentang dugaan penyaluran bantuan pangan non tunai (BPNT) Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, kini giliran Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi angkat bicara.
Melalui Bambang Sungkono Kabid (Kepala Bidang) Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Banyuwangi mengatakan, Penunjukan agen kewenanganya BTN.

” Penunjukan agen adalah kewenangan Bank BTN,” ucapnya. Rabu, (24/3/2021).

Kepada wartawan Bambang Sungkono menjelaskan, Agen resmi perbankan adalah yang ditunjukkan Bank sesuai SOP dan memiliki mesin EDC. 

“Jika ada pihak yang tidak ditunjuk Bank dan tidak memiliki mesin EDC serta melakukan penyaluran BPNT itu bisa dikatakan ilegal,” tegasnya. (*).

  • Bagikan