oleh

Soal Penarikan Biaya Oleh Puskesmas Benculuk Pada Pasien Korban Bencana Puting Beliung, Begini Kata Kades Sraten

BERITA9, BANYUWANGI – Soal penarikan biaya pasien korban bencana angin puting beliung yang menimpa warga Desa Sraten Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi pada Jum,at (5/2/2021) lalu membuat Kepala Desa Sraten angkat bicara.

Kepada wartawan Kades Sraten Arif Rahman Mulyadi mengatakan, jika ada warga yang dikenakan biaya saat berubat, kenapa tidak telfon saya, ini musibah bencana alam bukan sakit pembawaan. Jadi semua pihak perintah harus turun membantu bukan malah membebani,” tegasnya. Senin, (8/2/2021).

Kades Sraten tersebut juga menuturkan, karena itu musibah warga seharusnya pihak puskesmas bisa menempatkan. Karena Puskesmas bagian dari penyelamat jiwa jika ada bencana.

“Puskesmas itu adalah bagian dari penyelamat jiwa jika ada bencana,” tuturnya.

Kata Rahman sapaan akrab Kades Sraten Kecamatan Cluring, ini musibah alam, justru saya kira puskesmas mengerti kalau  bagian penyelamat jika ada bencana, karena dibidang kesehatan.

“Warga yang kena musibah jangan lagi dibeban lagi dong,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, “Ya mas, kita masih dimintai biaya oleh petugas Puskesmas Benculuk,” kata H, warga setempat. Senin (8/2/2021).

Ia menjelaskan, sebenarnya kita tidak mau berubat karena hanya luka ringan, namun oleh petugas kita diarahkan berubat kepuskesmas. Kemudian kita dibawa oleh mobil Puskesmas ke Puskesmas Benculuk. Namun setelah selesai berubat kita masih dimintai biaya.

“Ya untungnya waktu itu anak saya ikut dan bawa uang, jika anak saya tidak ikut saya bayar pakai apa, wong saya gak punya dan tidak bawa uang,” ungkapnya.

Sementara dr. H. Tatiek Setiyaningsih, Kepala Puskesmas Benculuk saat dikonfirmasi melalui sambungan telefunya dirinya membenarkan jika pihak Puskesmas telah melakukan penarikan.

” Setelah kita tanyakan kepetugas jaga waktu itu, pasien musibah puting beliung ditarik biaya, namun hanya biaya restribusi saja dan uangnya dimasukan ke Kasda (Kas Daerah),” ucapnya.

Menurut Tatiek, hal tersebut memang tidak dibenarkan, oleh karena itu saat kita mengetahui ada penarikan biaya untuk pasien musibah bencana seketika itu juga kita suruh petugas tersebut untuk mengembalikanya.

” Saat mendapat info ada penarikan biaya pada pasien musibah, maka seketika itu kita perintahkan kepada petugas untuk mengembalikan kepada yang bersangkutan,” ungkapnya.

Selain itu Kepala Puskesmas tersebut juga menjelaskan, setelah kita konfirmasi kepada petugas jaga saat itu, dirinya menyebut jika yang melakukan penarikan saat itu adalah petugas baru.

“Mohon maaf mas, pada saat itu yang jaga masih baru, jadi masih belum begitu tau aturanya,” pungkasnya. (red).

loading...

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed