oleh

Sempat Ditutup, Tambang Pasir Di Barurejo Siliragung Kembali Beroperasi

BERITA9, BANYUWANGI – Sempat di tutup Pemerintah Desa (Pemdes) Barurejo, Kecamatan Siliragung, tambang pasir yang berlokasi di Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung, kembali beroperasi.

Lokasi tambang yang baru beroperasi sekitar 15 hari itu, sempat mendapatkan surat teguran dari Pemdes Barurejo untuk berhenti. Namun ternyata tambang pasir yang diketahui milik Sugeng dan Sukari itu, masih tetap beroperasi kembali. 

“Seakan kebal hukum, peringatan dari Pemdes saja tidak diindahkan,” ujar Malik, 40, warga Dusun Krajan, Desa Barurejo, Kecamatan Siliragung.

Menurut Malik, lokasi tambang pasir tersebut memang masih baru beroperasi. Sejak lokasi tambang yang sebelumnya di tutup oleh Polda Jatim, sejumlah pengusaha tambang beralih tempat yang baru. 

“Tempat ini baru beroperasi 15 hari,” cetusnya.

Di lokasi yang baru ini, jelas dia, memang banyak dikeluhkan warga. Lantaran, banyak warga yang tidak diminta izin saat proses awal tambang. 

“Hanya beberapa warga sekitar saja yang diajak rembukan dan dipekerjakan di lokasi tersebut,” terangnya.

Sebenarnya, masih kata dia, warga setempat menolak lantaran ditakutkan jika tambang pasir tersebut akan sama dengan lokasi yang lama. Karena lokasi yang baru tersebut juga dekat dengan pemakaman umum warga sekitar. 

“Kami hanya ingin mengamankan pemakaman, karena di lokasi lama saja pemakaman sudah tergerus,” ungkapnya.

Malik menambahkan, pihaknya sudah berusaha melaporkan ke Pemdes setempat. Memang, dari Pemdes sendiri sudah dilakukan penutupan. Namun, ternyata itu sifatnya sementara. 

“Berhenti dua hari saja, setelah diberi surat dari Pemdes,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa (Kades) Barurejo, Kecamatan Siliragung, Ahmad Zaenuri mengatakan, pihaknya memang sudah menutup tambang tersebut. Penutupan tersebut juga sudah ada berita acaranya dengan perangkat lainnya. 

“Kami sudah koordinasi dengan seluruh perangkat mulai dari BPD dan perangkat desa lainnya, bahkan ada berita acara penutupan lokasi tambang tersebut,” katanya.

Pihaknya sudah mengumpulkan penambang dan juga warga tolak tambang. Namun, ternyata belum ada hasil atau titik terang. 

“Kami lingkup desa, tidak ada kekuatan hukum untuk menutupnya. Jadi akan saya laporkan ke Forpimka, sehingga Forpimka yang akan melakukan tindakan,” tegasnya. 

Namun sayangnya hingga berita ini ditulis pemilik tambang pasir belum bisa dikonfirmasi.(red)


Reporter: Ahmad Sahroni.

loading...

News Feed