oleh

Puslatpurmar 7 Lampon Bantu Perawatan Kesehatan Purnawirawan Pelda KKO Evert julius Ven Kandouw

BERITA9, BANYUWANGI – Dengan semangat jiwa korsa dan loyalitas, Prajurit Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 7 Lampon, mengantarkan Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandouw, untuk mendapatkan perawatan kesehatan di Rumah Sakit Al Huda, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Komandan Puslatpurmar 7 Lampon Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto mengatakan, pengantaran Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandouw, untuk mendapatkan perawatan medis, yang saat ini sedang menderita sakit asam urat dan keretakan tulang lutut kaki kiri, diakibatkan jatuh dari kamar mandi.

“Beliau adalah senior kami, serta bentuk loyalitas kepada pendahulu kami dan ungkapan terima kasih atas jasa jasa beliau,” tutur Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto, (28/7/2020).

Masih Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto, Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandouw adalah prajurit dari pasukan Kompi Intai Para Amfibi (Kipam), yang ditugaskan oleh KKO AL dalam pengangkatan jenazah pahlawan revolusi, yang dibuang di sumur tua Lubang Buaya, dalam peristiwa Gerakan 30 September tahun 1965 (G30S/PKI). Kipam saat ini telah berubah menjadi Batalyon Intai Para Amfibi (Taifib). 

“Pada saat beliau sehat, selalu bepesan agar kejadian G30S/PKI tidak terulang lagi, jadilah prajurit TNI khususnya Marinir yang berjiwa korsa tinggi dan dapat diandalkan,” ungkapnya.

Letkol Marinir Dodik Eko Siswanto menambahkan, Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandouw, kini telah menikmati kehidupan pensiun dan tinggal di Desa Sumber Beras, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. 

“Dengan kepedulian para generasi penerus, semoga dapat menambah semangat beliau untuk segera pulih dan dapat beraktifitas kembali,” harapnya.

Untuk diketahui, Pelda KKO (Purn) Evert Julius Ven Kandouw, merupakan salah satu penemu daerah latihan serangan khusus Intai Amfibi yang sekarang menjadi Puslatpurmar 7 Lampon, satuan pelaksana (Satlak) dibawah jajaran Komando Latihan Korps Marinir (Kolatmar). (red)


Reporter: Ahmad Sahroni.

loading...

News Feed