oleh

Puluhan Calon Mahasiswa Ikuti Rapid Test Gratis di Rumah Dinas Walikota Probolinggo

BERITA9, BANYUWANGI – Untuk memudahkan pelayanan terkait Rapid test kepada calon mahasiswa, Pemerintah Kota Probolinggo, mengadakan Rapid test gratis, yang ke empat kalinya, selasa (14/07/2020).

Bertempat di rumah dinas Walikota Probolinggo, puluhan calon mahasiswa tersebut mengikuti Rapid test gratis, yang bertujuan untuk antisipasi penyebaran virus corona yang sampai saat ini masih terus meningkat. Surat keterangan sehat melalui rapid test memang menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon mahasiswa untuk mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di universitas yang menjadi tujuannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima orang tim tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan P2KB Kota Probolinggo, sebagai panitia pemeriksa rapid test. Mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, seperti sarung tangan, masker, face shield hingga baju hazmat.

 Dinas Kesehatan, Kota Probolinggo, juga telah menyiapkan 100 alat Rapid test, juga disiapkan tenaga Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (P2KB) Kota Probolinggo. Rapid test ini merupakan fasilitas yang diberikan pemerintah setempat secara gratis dengan ketentuan peserta merupakan calon mahasiswa asal Kota Probolinggo, dengan melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP), foto kopi Kartu Keluarga (KK) dan form pendaftaran universitas yang dituju.

Hariyanto, yang juga ketua koordinator Rapid test menjelaskan bahwa pihaknya tidak menemukan kendala berarti dan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah semua berjalan lancar dari pertama kami buka jam 9 tadi hingga saat ini. 

Rapid test ini bisa mengantisipasi dan mendeteksi dini kondisi peserta. Mudah-mudahan tidak ada satu pun calon mahasiswa yang reaktif, karena dilihat dari perkembangan kasus Covid – 19, Kota Probolinggo, grafiknya naik,” tuturnya.
 Lebih lanjut Hariyanto, menambahkan bahwa, surat keterangan sehat yang dikeluarkan Pemerintah Kota Probolinggo, dan melalui rapid test ini hanya berlaku selama tujuh hari. Kami mengimbau kepada peserta, agar menggunakan surat keterangan sehat ini disesuaikan kebutuhan tanggalnya. Karena surat ini hanya berlaku tujuh hari sejak peserta melakukan rapid test. Selebihnya peserta melakukan rapid test kembali jika tanggalnya kadaluarsa,”katanya.

Sementara itu  Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, mengungkapkan pihaknya terus berupaya hadir di tengah-tengah masyarakat dalam situasi dan kondisi apapun. Menurutnya rapid test serupa akan terus dilaksanakan jika masyarakat masih memerlukan sebagai tindak lanjut kebutuhan berikutnya.

“Pemerintah harus terus memerhatikan apa yang menjadi harapan masyarakat, khususnya mahasiswa. Karena mereka (Mahasiswa) ingin belajar dan tentunya tes ini menjadi syarat utama. Pemerintah harus hadir. Rapid tes ini kesekian kalinya ya, kita memberikan fasilitas ini agar kami bisa mengeluarkan surat keterangan sehat yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Habib Hadi.

 Di sela-sela pelaksanaan rapid test, Habib Hadi pun tak segan berkomunikasi dengan sejumlah calon mahasiswa yang berada di dalam ruangan. (red)


Laporan Biro Probolinggo: Joko Andi S.

loading...

News Feed