PT. Pertani Persero Banyuwangi Gelar Program ‘Serap Gabah Petani’

  • Bagikan
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian didampingi Dirut PT Pertani, dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, saat berada dikantor Cabang PT Pertani, Kecamatan Muncar. (Foto/Joko/Berita9).

BERITA9, BANYUWANGI – PT Pertani Persero, Kabupaten Banyuwangi, gelar program ‘Serap Gabah Petani’ tahun 2021.  Acara digelar di Kantor Cabang PT. Pertani Persero, Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Acara tersebut dihadiri oleh, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementrian Republik Indonesia, Agung Hendriadi,  Direktur Utama (Dirut) PT Pertani, Maryono, Perwakilan Bank BNI, Kabupaten Banyuwangi, Perwakilan Asuransi Jasindo, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi, menyampaikan, kunjunganya dikantor PT Pertani Banyuwangi kali ini dalam rangka/program ‘Serap Gabah Petani’ tahun 2021.

” Acara hari ini adalah dalam rangka program ‘ Serap Gabah Petani’ tahun 2021. Dan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah terhadap harga gabah, karena saat ini harga gabah kita sedang jatuh,” ujarnya. Selasa, (23/3/2021).

Dijelaskan oleh Agung Hendriadi, program ‘Serap Gabah Petani’ ini dalam rangka membantu petani. PT. Pertani Persero, membeli gabah milik petani secara kormesial.

“Adapun targetnya dalam satu hari sebanyak 80 ton gabah hasil petani akan diserap dengan tujuan menekan anjloknya harga gabah milik petani,” ungkapnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan tersebut berharap dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI dan PT Pertani dapat mengoptimalkan harga gabah yang dapat dikatakan anjlok.

“Kami mengupayakan agar petani dapat menjual hasil panen gabah dengan harga yang sesuai agar tidak merugi,” ujarnya.

Program serap gabah petani itu digelar pertama kali di Kabupaten Banyuwangi dan selanjutnya akan digelar juga di Kabupaten serta kota lainnya secara berkelanjutan. Kedepannya PT Pertani akan menyerap gabah hasil panen petani dengan harga di atas harga pokok penjualan (HPP). Saat ini HPP gabah yakni Rp 4.200 per kilo gram, selanjutnya PT Pertani akan menyerap gabah itu dengan harga Rp 4.250 hingga Rp 4.300 per kilo gram.

“Artinya kita sudah berusaha selamatkan hasil panen petani,” katanya.

Pihaknya juga sudah menyediakan pasar untuk menjual beras yang sudah diserap dari hasil panen petani. Nantinya akan dikirim ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan beberapa daerah lainnya. Selain itu, rencananya pihaknya juga akan membahas rencana eksport beras ke pasar luar negeri.

 “Arahan Menteri Pertanian seperti itu, beberapa negara yang sudah membuka pasar eksport yakni Timor Leste, Malaysia dan Brunai Darusalam,” terangnya.

Sementara itu, Direktur PT Pertani (Persero) Maryono menjelaskan pihaknya akan mengambil gabah petani dengan harga potensial. Intinya pihaknya ingin agar harga gabah petani tidak anjlok saat panen raya. 
Untuk saat ini, hasil panen gabah petani yang sudah diserap oleh PT Pertani kualitasnya sangat bagus dan tidak mengecewakan. Dan kami memiliki 16 kantor cabang di Indonesia, dengan begitu diharapkan penyerapan gabah hasil panen petani dapat merata,” cetusnya.

Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Drs. Arief Setiawan mengatakan, ini menjadi harapan bagi petani, apa lagi ditengah pandemi Covid-19 seperti ini. Program yang digagas oleh dua lembaga itu dapat dikatakan menjadi solusi yang tepat bagi petani saat ini. 

“Kami akan terus mendukung program itu agar dapat mensejahterakan petani,” pungkasnya. 
Sekedar untuk diketahui, selain PT Pertani (Persero), mengadakan Program ‘ Serap Gabah Petani’, PT Pertani bekerjasama dengan Bank BNI, guna memberikan pinjaman modal kepada petani melalui dan KUR. Bahkan tidak hanya itu saja, PT Pertani juga bekerjasama dengan Asuransi Jasindo.

Asuransi Jasindo akan memberikan jaminan kepada petani jika mengalami gagal panen. Perhektar petani akan memdapatkan jaminan asuransi Rp 6.000.000 apa bila mengalami gagal panen. (*)

  • Bagikan